Eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025). (Foto: Inilah.com/Diana).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul memilih bersikap dingin menanggapi polemik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia menegaskan, penyelesaian sengketa ini sebaiknya dikembalikan sepenuhnya kepada para kiai.
“Kalau di NU itu mari kita serahkan ke kiai saja. Ini kan sedang dalam proses, ya sudah diserahkan ke ulama. Nanti insya Allah akan ada jalan keluar,” ujar Gus Ipul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025).
Ia mengimbau seluruh struktur di wilayah dan cabang agar tetap menjaga suasana kondusif sekaligus menunggu arahan resmi dari para pemangku otoritas di tingkat pusat.
“Karena ini adalah NU maka akan diselesaikan dengan cara-cara ulama bukan dengan cara-cara yang lain. Insya Allah nanti akan ada jalan keluar terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, ketegangan internal PBNU sendiri terus mendekati titik kritis. Dari kubu Syuriyah—pimpinan tertinggi organisasi—Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, KH Imron Rosyadi Hamid (Gus Imron), menyampaikan sikap tegas mengenai posisi Ketum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Dalam pernyataannya, Gus Imron menyebut seluruh langkah yang diambil Gus Yahya, termasuk merotasi jabatan Sekjen PBNU dari Gus Ipul ke Amin Said Husni, tidak memiliki dasar hukum sehingga dianggap tidak sah. Sebab, Syuriyah disebut telah menetapkan keputusan pemberhentian terhadap Gus Yahya.
Gus Imron menegaskan, dalam sistem PBNU, Syuriyah memegang kendali penuh atas arah organisasi. Setiap keputusan lembaga tersebut wajib dipatuhi seluruh jajaran Tanfidziyah.
Berdasarkan keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar 20 November 2025, Gus Yahya diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketum. Putusan itu mulai berlaku 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.
“Keputusan tertinggi organisasi PBNU itu ada di Syuriyah yang dipimpin Rais Aam. Saat ini Syuriyah sudah memutuskan untuk memberhentikan Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum. Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” tegas Gus Imron di Jakarta, Kamis (4/12/2025).














