Aliran Modal Asing Masuk Rp14 Triliun, Sebagian Besar untuk Borong SRBI

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 7 Desember 2025 – 22:51 WIB

Ilustrasi Bank Indonesia. (Foto: Antara)

Ilustrasi Bank Indonesia. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pekan pertama Desember 2025, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran modal asing masuk bersih ke pasar keuangan Indonesia, senilai Rp14,08 triliun. Periode transaksinya 1-4 Desember 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, investor asing lebih banyak memborong Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Nilainya mencapai Rp 10,92 triliun.

Di pasar modal, investor asing tercatat memborong saham sebanyak Rp 2,11 triliun. Selanjutnya mereka menambah koleksi Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp 1,06 triliun.

Adapun sejak awal tahun ini hingga 4 Desember 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham Rp27,93 triliun, SBN Rp2,79 triliun, dan SRBI Rp122,14 triliun. “BI pun terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” ujar Ramdan seperti dikutip Minggu (7/12).

Premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat turun dari 72,45 basis poin (bps) per 28 November 2025 menjadi 71,18 bps per 4 Desember 2025. Nilai tukar rupiah dibuka stabil di level Rp16.640 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (5/12), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (4/12).

Adapun indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah ke level 98,99 pada akhir perdagangan Kamis (4/12). DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama lainnya yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun stabil di level 6,18 persen pada Jumat (5/12) dibandingkan Kamis (4/12). Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik ke level 4,098 persen pada akhir perdagangan Kamis (4/12).

Sementara itu Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan data perdagangan saham di BEI selama periode 1-5 Desember 2025 ditutup mayoritas pada zona positif. Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata frekuensi transaksi harian yaitu sebesar 2,13 persen menjadi 2,66 juta kali transaksi, dari 2,61 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Topik
Komentar