Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menggelar konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Angin segar berembus bagi jutaan peternak mandiri di seluruh pelosok Tanah Air. Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, membawa solusi konkret untuk memutus mata rantai tingginya biaya produksi yang selama ini mencekik peternak kecil.
Pemerintah secara resmi mengumumkan rencana strategis pembangunan kawasan peternakan ayam terintegrasi. Tidak tanggung-tanggung, proyek ini akan mencakup pembangunan pabrik pakan raksasa, fasilitas produksi bibit ayam atau Day Old Chick (DOC), hingga pusat penyediaan obat-obatan hewan dengan harga terjangkau.
Kepada awak media di Jakarta, Jumat (21/11/2025), Amran membeberkan peta jalan proyek ambisius tersebut. Pada tahap awal, pemerintah membidik pembangunan di 12 titik strategis yang tersebar lintas pulau.
“Rencana tahap pertama ada 12 titik. Lokasinya tersebar per pulau, salah satunya di Jawa Timur, Lampung, dan Kalimantan,” ungkapnya dengan nada optimis.
Negara Hadir di Hulu, Rakyat Berdaulat di Hilir
Filosofi utama dari program ini adalah kehadiran negara untuk melindungi ‘wong cilik’. Amran menegaskan bahwa skema integrasi ini dirancang agar peternak tidak lagi menjadi korban permainan harga pasar yang liar.
Pemerintah akan mengambil peran sentral di sektor hulu dengan membangun infrastruktur besar seperti pabrik pakan dan pembibitan. Tujuannya jelas: menjamin ketersediaan pasokan pakan dan bibit berkualitas dengan harga yang masuk akal.
Sementara itu, sektor hilir –yakni budidaya pembesaran ayam– akan tetap menjadi ladang usaha bagi peternak rakyat.
“Pabrik besarnya dibangun oleh pemerintah, tetapi di hilir, peternak kecil itu kita perkuat. Tujuannya agar mandiri pakan. Pabrik ini untuk menolong peternak kecil agar pakan, DOC, dan obat-obatannya terjamin,” tegas pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 57 tahun silam.
Gelontorkan Anggaran Rp20 Triliun
Keseriusan pemerintah dalam menjaga ekosistem perunggasan nasional ini dibuktikan dengan alokasi anggaran yang fantastis. Dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/11/2025), Mentan Amran menyebut angka Rp20 triliun disiapkan untuk merealisasikan visi ini.
Pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Setelah 12 titik awal rampung, pemerintah akan melanjutkan ke tahap kedua dengan menambah 18 titik baru. Langkah ini dinilai krusial mengingat ada nasib sekitar 3,7 juta peternak rakyat yang bergantung pada stabilitas harga input produksi.
“Ada yang bertanya, kami ingin membangun pabrik pakan dan memproduksi DOC untuk rakyat. Tujuannya agar harga pakan dan vaksin stabil. Ada 3,7 juta peternak kita, kita harus jaga mereka,” tutur Amran.
Langkah ini diharapkan menjadi game changer dalam industri perunggasan nasional, mengubah posisi peternak kecil dari objek penderita menjadi pelaku usaha yang berdaya saing dan sejahtera.














