Kampus IPB. (Foto: IPB University)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Lembaga pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) kembali merilis daftar kampus terbaik dunia dalam kategori riset interdisipliner lewat THE Interdisciplinary Science Rankings 2026. Pemeringkatan ini disusun bersama Schmidt Science Fellows dan mencakup 911 institusi dari 94 negara.
Kategori ini menilai kemampuan universitas mengembangkan riset yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu—mulai dari sains murni, teknik, hingga ilmu sosial dan humaniora. Pada edisi 2026, THE memperluas definisi “interdisipliner”, termasuk riset kolaboratif sains dengan bidang non-STEM seperti ekonomi, sejarah, kebijakan publik, dan isu sosial.
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan dunia terhadap penelitian lintas keilmuan, terutama untuk memecahkan persoalan global seperti perubahan iklim, keamanan pangan, dan transformasi teknologi.
Tiga indikator utama penilaian THE:
Input: besaran pendanaan riset dan kapasitas sumber daya
Proses: dukungan institusi, fasilitas laboratorium, hingga layanan administratif
Output: kualitas publikasi ilmiah, dampak penelitian, dan reputasi akademik
Untuk tahun kedua berturut-turut, Massachusetts Institute of Technology (MIT) mempertahankan posisi pertama dunia. Di kawasan Asia, Nanyang Technological University (NTU) Singapura menempati peringkat 5 dunia.
Bagaimana dengan Indonesia?
THE mencatat 41 perguruan tinggi Indonesia masuk ke dalam daftar ini. Berikut 20 kampus teratas dari Indonesia yang paling unggul dalam riset interdisipliner.
20 Kampus Terbaik Indonesia Versi THE Interdisciplinary Science Rankings 2026
- IPB University
Skor: 69,7 | Peringkat dunia: 42 - Institut Teknologi Bandung (ITB)
Skor: 64,2 | Peringkat dunia: 73 - Universitas Indonesia (UI)
Skor: 64 | Peringkat dunia: 76 - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Skor: 62,5 | Peringkat dunia: 87 - Universitas Gadjah Mada (UGM)
Skor: 62,4 | Peringkat dunia: 89 - Universitas Airlangga (Unair)
Skor: 57 | Peringkat dunia: 134 - Universitas Padjadjaran (Unpad)
Skor: 57 | Peringkat dunia: 134 - Universitas Diponegoro (Undip)
Skor: 55,5 | Peringkat dunia: 144 - Universitas Brawijaya (UB)
Skor: 52,4 | Peringkat dunia: 180 - Universitas Sebelas Maret (UNS)
Skor: 52,2 | Peringkat dunia: 184 - Universitas Andalas
Skor: 47,6–51,2 | Peringkat dunia: 201–250 - Binus University
Skor: 45,3–47,5 | Peringkat dunia: 251–300 - Universitas Hasanuddin (Unhas)
Skor: 37,7–41,1 | Peringkat dunia: 401–500 - Universitas Negeri Padang (UNP)
Skor: 37,7–41,1 | Peringkat dunia: 401–500 - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Skor: 37,7–41,1 | Peringkat dunia: 401–500 - Universitas Syiah Kuala (USK)
Skor: 37,7–41,1 | Peringkat dunia: 401–500 - Universitas Islam Indonesia (UII)
Skor: 33,4–37,6 | Peringkat dunia: 501–600 - Telkom University
Skor: 33,4–37,6 | Peringkat dunia: 501–600 - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Skor: 33,4–37,6 | Peringkat dunia: 501–600 - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Skor: 24,4–33,3 | Peringkat dunia: 601–800
IPB Terbaik di Indonesia, Masuk 50 Besar Dunia
Capaian IPB University menjadi sorotan utama karena tembus peringkat 42 dunia. Prestasi ini tidak terlepas dari kekuatan riset kolaboratif IPB di bidang pertanian, pangan, lingkungan, dan bioteknologi.
Keberhasilan ITB, UI, ITS, dan UGM yang konsisten masuk 100 besar dunia juga menjadi bukti meningkatnya kualitas penelitian interdisipliner di Indonesia dalam satu dekade terakhir.
Kolaborasi Riset Jadi Kunci
THE menegaskan bahwa riset interdisipliner kini menjadi kebutuhan global. Tantangan seperti perubahan iklim, kesehatan publik, energi terbarukan, hingga transformasi digital tidak bisa diselesaikan oleh satu bidang ilmu saja.
Universitas yang berhasil membangun ekosistem riset kolaboratif dinilai akan menjadi lokomotif kemajuan pengetahuan di masa depan.














