20 Kampus Terbaik Indonesia Versi THE Interdisciplinary Science Rankings 2026: IPB Peringkat 42 Dunia

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 21 November 2025 – 01:20 WIB

Kampus IPB. (Foto: IPB University)

Kampus IPB. (Foto: IPB University)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Lembaga pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) kembali merilis daftar kampus terbaik dunia dalam kategori riset interdisipliner lewat THE Interdisciplinary Science Rankings 2026. Pemeringkatan ini disusun bersama Schmidt Science Fellows dan mencakup 911 institusi dari 94 negara.

Kategori ini menilai kemampuan universitas mengembangkan riset yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu—mulai dari sains murni, teknik, hingga ilmu sosial dan humaniora. Pada edisi 2026, THE memperluas definisi “interdisipliner”, termasuk riset kolaboratif sains dengan bidang non-STEM seperti ekonomi, sejarah, kebijakan publik, dan isu sosial.

Langkah ini sejalan dengan kebutuhan dunia terhadap penelitian lintas keilmuan, terutama untuk memecahkan persoalan global seperti perubahan iklim, keamanan pangan, dan transformasi teknologi.

Tiga indikator utama penilaian THE:

Input: besaran pendanaan riset dan kapasitas sumber daya

Proses: dukungan institusi, fasilitas laboratorium, hingga layanan administratif

Output: kualitas publikasi ilmiah, dampak penelitian, dan reputasi akademik

Untuk tahun kedua berturut-turut, Massachusetts Institute of Technology (MIT) mempertahankan posisi pertama dunia. Di kawasan Asia, Nanyang Technological University (NTU) Singapura menempati peringkat 5 dunia.

Bagaimana dengan Indonesia?

THE mencatat 41 perguruan tinggi Indonesia masuk ke dalam daftar ini. Berikut 20 kampus teratas dari Indonesia yang paling unggul dalam riset interdisipliner.

20 Kampus Terbaik Indonesia Versi THE Interdisciplinary Science Rankings 2026

  1. IPB University
    Skor: 69,7 | Peringkat dunia: 42
  2. Institut Teknologi Bandung (ITB)
    Skor: 64,2 | Peringkat dunia: 73
  3. Universitas Indonesia (UI)
    Skor: 64 | Peringkat dunia: 76
  4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    Skor: 62,5 | Peringkat dunia: 87
  5. Universitas Gadjah Mada (UGM)
    Skor: 62,4 | Peringkat dunia: 89
  6. Universitas Airlangga (Unair)
    Skor: 57 | Peringkat dunia: 134
  7. Universitas Padjadjaran (Unpad)
    Skor: 57 | Peringkat dunia: 134
  8. Universitas Diponegoro (Undip)
    Skor: 55,5 | Peringkat dunia: 144
  9. Universitas Brawijaya (UB)
    Skor: 52,4 | Peringkat dunia: 180
  10. Universitas Sebelas Maret (UNS)
    Skor: 52,2 | Peringkat dunia: 184
  11. Universitas Andalas
    Skor: 47,6–51,2 | Peringkat dunia: 201–250
  12. Binus University
    Skor: 45,3–47,5 | Peringkat dunia: 251–300
  13. Universitas Hasanuddin (Unhas)
    Skor: 37,7–41,1 | Peringkat dunia: 401–500
  14. Universitas Negeri Padang (UNP)
    Skor: 37,7–41,1 | Peringkat dunia: 401–500
  15. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
    Skor: 37,7–41,1 | Peringkat dunia: 401–500
  16. Universitas Syiah Kuala (USK)
    Skor: 37,7–41,1 | Peringkat dunia: 401–500
  17. Universitas Islam Indonesia (UII)
    Skor: 33,4–37,6 | Peringkat dunia: 501–600
  18. Telkom University
    Skor: 33,4–37,6 | Peringkat dunia: 501–600
  19. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
    Skor: 33,4–37,6 | Peringkat dunia: 501–600
  20. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
    Skor: 24,4–33,3 | Peringkat dunia: 601–800

IPB Terbaik di Indonesia, Masuk 50 Besar Dunia

Capaian IPB University menjadi sorotan utama karena tembus peringkat 42 dunia. Prestasi ini tidak terlepas dari kekuatan riset kolaboratif IPB di bidang pertanian, pangan, lingkungan, dan bioteknologi.
Keberhasilan ITB, UI, ITS, dan UGM yang konsisten masuk 100 besar dunia juga menjadi bukti meningkatnya kualitas penelitian interdisipliner di Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Kolaborasi Riset Jadi Kunci

THE menegaskan bahwa riset interdisipliner kini menjadi kebutuhan global. Tantangan seperti perubahan iklim, kesehatan publik, energi terbarukan, hingga transformasi digital tidak bisa diselesaikan oleh satu bidang ilmu saja.
Universitas yang berhasil membangun ekosistem riset kolaboratif dinilai akan menjadi lokomotif kemajuan pengetahuan di masa depan.

Topik
Komentar