Zona Hijau Jadi Sinyal, IHSG Diprediksi Menguat Awal Pekan

Diana Medium.jpeg

Minggu, 1 Februari 2026 – 15:43 WIB

IHSG terkoreksi tajam bukan hanya karena MSCI, tapi masalah struktural tata kelola pasar modal. Simak analisis sanksi 'saham gorengan' dan ancaman penurunan kasta bursa. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

IHSG terkoreksi tajam bukan hanya karena MSCI, tapi masalah struktural tata kelola pasar modal. Simak analisis sanksi ‘saham gorengan’ dan ancaman penurunan kasta bursa. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, atau Didit, menilai optimisme pasar muncul seiring penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau pada Jumat (30/1/2026). Menurutnya, tren penguatan IHSG berpotensi berlanjut pada perdagangan Senin (2/2/2026), meski ruang kenaikannya relatif terbatas.

“Kemarin Jumat pun IHSG ditutup di zona hijau, dan secara teknikal masih berpeluang melanjutkan penguatannya meskipun relatif terbatas,” ujar Didit kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Didit menambahkan, penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat menjaga stabilitas pengawasan di sektor jasa keuangan.

“Semalam sudah ditunjuk untuk Plt OJK yang ditujukan untuk menjaga stabilitas pengawasan sektor jasa keuangan dan kelancaran fungsi pengawasan,” jelasnya.

Keyakinan ini sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang percaya IHSG bakal kembali ke zona hijau pada pembukaan perdagangan Senin.

“Enggak (kebakaran). Pasti bergerak naiklah,” kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam.

Purbaya menilai gelombang ketidakpastian di pasar belakangan ini dipicu oleh dinamika internal manajemen bursa, terutama setelah Iman Rachman mundur dari posisi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, sistem tata kelola BEI dan OJK telah disiapkan untuk mengantisipasi pergantian pejabat sehingga operasional tetap berjalan lancar.

“Kalau sudah begitu, mereka (pasar) akan melihat fundamentalnya, kan. Fundamental ekonominya bagus. Saya perbaiki terus dan akan membaik terus ke depan. Tahun ini mungkin ekonominya bisa saya dorong mendekati 6 persen,” ujar Menkeu.

Purbaya menilai IHSG masih memiliki ruang untuk menguat mengikuti siklus bisnis pasca-titik terendah. Meskipun koreksi pasar selalu mungkin terjadi, peluang pelemahan dalam waktu dekat dipandang kecil.

“Kalau peluang (koreksi), kemungkinan selalu ada. Cuma saya pikir peluangnya kecil. Fondasi (ekonomi) bagus, respons kebijakan dari bursa maupun OJK cepat, nggak ada kekacauan. Harusnya ini akan merupakan modal yang kuat sekali untuk tumbuh lebih kencang,” tutur Purbaya.

Optimisme juga muncul setelah sektor keuangan diguncang gelombang pengunduran diri pada Jumat (30/1/2026). Pagi hari, Iman Rachman resmi melepas jabatan Dirut BEI. Sore menjelang malam, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bersama dua petinggi pasar modal mundur. Tak lama kemudian, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, menyusul pengunduran diri.

Sehari berikutnya, OJK menunjuk Friderica Widyasari Dewi—Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen—sebagai Anggota Dewan Komisioner pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK. Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, ditetapkan sebagai pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

BEI memastikan akan mengumumkan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama sebelum bel pembukaan perdagangan Senin (2/2/2026).