Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara (kedua dari kanan) saat kunjungan kerja (kunker) program pembangunan rumah layak huni di Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (12/2/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengunjungi kawasan pemukiman kumuh yang kini disulap menjadi rumah layak huni di Semanggi segmen Losari-Demangan, Kelurahan Sangkrah, Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng).
Program ini merupakan kelanjutan dari program pemerintah dalam menekan angka backlog layak dan kepemilikan rumah, serta penghapusan kemiskinan ekstrem.
Dalam hal ini, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) menggandeng Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui join program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan mengalirkan bantuan senilai Rp4,48 miliar untuk membangun 56 unit rumah.
“Kerja sama yang luar bisa antara Pemkot Surakarta dengan beberapa perusahaan, beberapa badan usaha di bawah Kemenkeu, yang sering kita sebut special mission vehicle dari Kemenkeu. Satu satu bentuk kerja samanya adalah pembangunan atau penataan kawasan,” ujar Wamenkeu Suahasil saat kunker bertajuk ‘Peran Kemenkeu dalam Peningkatan Kualitas Pemukiman dan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Surakarta’, Kamis (12/2/2026).
Sementara itu, Direktur Utama PT SMF, Anata Wiyogo mengatakan, pengembangan program kawasan rumah kumuh telah dilaksanakan sejak 2018. Di mana, SMF telah membangun 84 unit rumah kumuh menjadi rumah layak huni.
“Melalui program ini, telah terbangun totalnya 56 unit rumah. Dari 56 itu, 37 unit rumah dari SMF. Setiap rumah dibangun dengan konsep dua lantai, di atas lahan 20 meterpersegi. Dengan luas bangunan kurang lebih 36 sampai 40 meterpersegi. Sebanyak 56 unit rumah itu dibangun di lahan seluas 1.120 meterpersegi,” kata Anata.
“Sehingga total rumah yang telah dibangun SMF dalam pengembangan rumah kumuh sebanyak 84 unit rumah,” tambah dia.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani yang air dalam kunker ini, mengatakan, terdapat 4 lokasi yang menjadi prioritas untuk pembangunan rumah kumuh, menjadi layak huni. Yakni, Kelurahan Semanggi, Mojo, Sangkrah dan Pasar Kliwon. Total pembangunan rumah untuk saat ini mencapai 82 unit.
“Pada tahun ini, kami berharap akan ada realisasi lagi. Khususnya untuk kekurangannya dari total 54 unit rumah, bakal dibantu melalui CSR SMF. Mudah-mudahan ada tambahan juga dari CSR Bank Jateng untuk 3 unit rumah. Dengan demikian, total rumah yang akan selesai terbangun pada tahun ini, sesuai target sebanyak 136 unit, bisa selesai,” ucap Astrid.
Terkait dengan pembangunan rumah layak huni tersebut, Sulasmi, salah satu warga yang menempati rumah tersebut, mengaku sangat senang. Dia mengaku sudah tinggal di kelurahan Sangkrah selama 30 tahun.
“Dulu kondisi rumahnya jelek sekali enggak ada kamar mandi, MCK masih numpang. Sudah di sini ada 30 tahun. Dulu enggak seperti ini, sekarang sudah lebih baik sudah ada MCK nya, kamar mandi, listrik sudah ada, air sudah ada,” ucap dia.













