Tiba di Yogyakarta, Prabowo Disambut Sri Sultan, Lanjut ke Magelang untuk Resmikan Pabrik Bus Listrik

Vonita Medium.jpeg

Kamis, 9 April 2026 – 11:21 WIB

Presiden Prabowo Subianto disambut Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Bandara Adi Sutjipto, Kamis (9/4/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto disambut Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Bandara Adi Sutjipto, Kamis (9/4/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Landasan Udara (Lanud) Adi Sutjipto, DI Yogyakarta, Kamis (9/4/2026), sebelum melanjutkan perjalanan ke Magelang, Jawa Tengah, untuk meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.

Berdasarkan pantauan Inilah.com, Prabowo tiba di Lanud Adi Sutjipto sekitar pukul 10.50 WIB. Mengenakan pakaian safari khas, kedatangan Prabowo langsung disambut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Selanjutnya, Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Magelang dengan menggunakan helikopter untuk meresmikan pabrik kendaraan listrik. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mendampingi kunjungan kerja kepala negara kali ini.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan peresmian pabrik kendaraan listrik ini merupakan langkah Indonesia untuk mulai beralih dari budaya transportasi berbahan bakar minyak (BBM) ke listrik.

“Ini adalah salah satu langkah strategis bahwa industri dalam negeri sudah ke arah yang benar. Kita memang harus mulai bertransformasi budaya dari mengonsumsi bahan bakar berbasis fosil menuju energi baru terbarukan, salah satunya adalah listrik,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Prasetyo mengatakan pemerintah berupaya mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik. Langkah ini dinilai dapat menghemat penggunaan energi.

“Satu sisi harus ada substitusinya, kalau kita mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, harus beralih ke transportasi publik. Alhamdulillah kalau sudah ada yang berbasis listrik,” ujarnya.

Sementara itu, Prasetyo juga menyebut pabrik kendaraan listrik ini dapat memproduksi 3.000 unit. Menurutnya, kapasitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.

“Kapasitas produksinya cukup besar, kalau saya tidak salah di kemampuan 3.000 unit,” ucapnya.

Kendati demikian, Prasetyo mengaku belum mengetahui apakah pabrik bus listrik itu sudah memiliki pesanan atau belum, karena belum melihat secara langsung kontraknya.

“Nanti secara bisnis kita lihat apakah memang sudah ada kontrak-kontraknya,” tuturnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang