Terancam Hukuman 10 Laga, Prestianni Diskors Jelang Duel Benfica vs Madrid

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 24 Februari 2026 – 05:07 WIB

Vinicius Junior dalam laga leg pertama Liga Champions 2025/26 Benfica dan Real Madrid. (Foto: Skysports)

Vinicius Junior dalam laga leg pertama Liga Champions 2025/26 Benfica dan Real Madrid. (Foto: Skysports)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

UEFA menjatuhkan sanksi skorsing sementara satu pertandingan kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, menyusul dugaan perilaku diskriminatif dalam laga leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026 melawan Real Madrid. Keputusan ini membuat Prestianni absen pada leg kedua yang digelar Rabu (25/2) mendatang.

Sanksi dijatuhkan setelah UEFA menunjuk Ethics and Disciplinary Inspector (EDI) untuk menyelidiki dugaan ujaran rasis terhadap Vinícius Júnior dalam pertandingan di Lisbon pada 17 Februari lalu. Dalam laga tersebut, Madrid menang 1-0 lewat gol Vinícius.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut Control, Ethics and Disciplinary Body (CEDB) memutuskan skorsing sementara satu laga atas dugaan pelanggaran Pasal 14 Regulasi Disipliner UEFA terkait perilaku diskriminatif. Status “prima facie” berarti terdapat cukup bukti awal yang mengindikasikan dugaan pelanggaran, sembari menunggu hasil investigasi penuh.

Vinícius sebelumnya menuduh Prestianni melontarkan hinaan rasial setelah ia merayakan gol di dekat bendera pojok. Rekan setimnya, Kylian Mbappé, juga mengaku mendengar dugaan ujaran tersebut. Menurut laporan ESPN, Prestianni mengakui kepada UEFA bahwa ia menggunakan kata bernada homofobik, namun membantah melakukan pelecehan rasial.

Jika dalam proses disipliner nanti Prestianni dinyatakan bersalah atas pelecehan rasial, ia terancam hukuman hingga 10 pertandingan sesuai kode etik UEFA.

Benfica dalam pernyataannya menyatakan telah menerima keputusan tersebut dan akan mengajukan banding. Klub Portugal itu menyayangkan absennya pemain mereka saat proses investigasi masih berjalan.

“Sport Lisboa e Benfica menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi segala bentuk rasisme atau diskriminasi,” tulis klub. Mereka juga menyebut nilai tersebut sebagai bagian dari identitas historis klub, yang tercermin dalam komunitas global dan figur-figur besar seperti Eusébio.

Kasus ini menambah sorotan terhadap isu diskriminasi di kompetisi elite Eropa. Hasil akhir investigasi UEFA akan menentukan apakah sanksi terhadap Prestianni akan diperberat atau dicabut.