Temui Goldman Sachs Cs di AS, Purbaya Yakin Dana Asing Masuk Deras Sebentar Lagi

Clara Medium.jpeg

Kamis, 16 April 2026 – 07:09 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa temui pelaku pasar dan lembaga internasional di Amerika Serikat (AS), Rabu (15/4/2026). (Foto: Clara/Dok Kemenkeu).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa temui pelaku pasar dan lembaga internasional di Amerika Serikat (AS), Rabu (15/4/2026). (Foto: Clara/Dok Kemenkeu).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis dana asing dalam jumlah besar segera masuk ke Indonesia, seiring masih tingginya minat investor global terhadap pasar keuangan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Purbaya usai pertemuan dengan pelaku pasar dan lembaga internasional di Amerika Serikat (AS), dikutip Rabu (15/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Purbaya berdialog dengan 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments.

“Kami bertemu dengan 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments. Mereka ingin memahami arah kebijakan pertumbuhan dan pengelolaan anggaran Indonesia, serta menilai apakah strategi tersebut kredibel dan berkelanjutan,” ujar Purbaya.

Saat ini, kata dia, ketertarikan investor global masih didominasi instrumen pasar keuangan, baik obligasi (fixed income) maupun saham (equity).

“Ini sebagian besar merupakan investasi portofolio, bukan foreign direct investment (FDI). Namun, kami optimistis dalam waktu dekat aliran dana tersebut akan masuk dan turut mendorong penguatan pasar modal Indonesia,” katanya.

Purbaya menjelaskan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk meredam berbagai persepsi negatif yang sempat berkembang terkait kondisi fiskal Indonesia.

Investor, kata dia, sebelumnya mempertanyakan konsistensi kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas anggaran. “Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan menggali lebih dalam terkait fundamental ekonomi dan kebijakan kita,” ujarnya.

Capital Outflow Terbesar

Sebelumnya, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Halim Alamsyah, menyebut tingginya dana asing yang keluar (capital outflow) mencapai Rp58,9 triliun hanya dalam tiga bulan.

Dikutip dari siniar bertajuk “Bicara Ekonomi Politik” yang dipandu analis ekonomi politik Kusfiardi, ia menyebut capital outflow sepanjang Januari–Maret 2026 merupakan yang terbesar dalam 20 tahun terakhir.

“Aliran dana asing yang keluar atau capital outflow sebesar Rp58,9 triliun dalam 3 bulan, setara dengan 3,5 miliar dolar dengan kurs Rp17.000 per dolar AS. Ini adalah outflow yang terburuk dalam 20 tahun terakhir,” ungkap Halim, dikutip Senin (13/4/2026).

Halim yang juga mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meyakini dana nyaris Rp60 triliun itu sudah keluar melalui pasar saham dan pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Adapun dana asing yang keluar sepanjang Januari 2026 mencapai Rp9,8 triliun, Februari Rp3 triliun, dan Maret Rp46,1 triliun. Totalnya mencapai Rp58,9 triliun.

“Kelihatannya dana segitu memang sudah keluar, baik dari pasar saham maupun SBN. Tapi sebagian besar keluar dari pasar SBN,” ungkapnya.

Aliran dana asing yang keluar atau capital outflow sebesar Rp58,9 triliun dalam tiga bulan setara dengan US$3,5 miliar. Ini merupakan outflow terburuk dalam 20 tahun terakhir.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang