Tekan Buta Aksara, Harita Nickel Hadirkan 3 Rumah Belajar di Pulau Obi

Nebby Medium.jpeg

Jumat, 8 Mei 2026 – 16:35 WIB

Anak-Anak sedang membaca bersama di Rumah Belajar didampingi oleh guru pendamping. (Foto: Dok Harita)

Anak-Anak sedang membaca bersama di Rumah Belajar didampingi oleh guru pendamping. (Foto: Dok Harita)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Perusahaan tambang Harita Nickel memperkuat program literasi anak di Maluku Utara melalui pembangunan rumah belajar di wilayah operasionalnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka buta aksara penduduk usia 10 tahun ke atas di Maluku Utara tercatat turun menjadi 1,05 persen. Angka ini membaik dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 1,12 persen.

Meski menunjukkan tren positif, tingkat literasi di wilayah tersebut masih menghadapi tantangan. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Maluku Utara masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi geografis kepulauan serta keterbatasan infrastruktur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi kendala utama dalam pemerataan akses bacaan dan sarana belajar.

Melihat kondisi itu, Harita Nickel melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan menghadirkan rumah belajar informal bagi anak-anak di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Hingga kini, terdapat tiga fasilitas yang telah dibangun, yakni Rumah Belajar Simore di Desa Gambaru, Rumah Belajar Ocimaleo di Desa Ocimaleo, dan Rumah Belajar Nyinga Moi di Desa Fluk yang diresmikan pada 2 Mei 2026.

Rumah belajar ini difungsikan sebagai ruang belajar tambahan di luar sekolah formal, dengan fokus pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi dasar. Kegiatan yang dilakukan mencakup membaca bersama, belajar menulis, mendongeng, permainan edukatif, hingga pemutaran film pendidikan.

Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menegaskan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pendidikan masyarakat sekitar tambang.

“Melalui Rumah Belajar ini, kami berharap anak-anak memiliki ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar sekaligus bermain. Kami juga ingin membantu membentuk karakter anak agar lebih percaya diri, kreatif, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi,” ujarnya.

Pendekatan belajar yang santai dan tanpa tekanan ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Syaiful Bahry, menilai metode tersebut efektif mendukung perkembangan mental anak.

“Secara psikologis, anak belajar paling efektif saat merasa aman, dihargai, dan tidak takut salah. Ruang-ruang kecil seperti ini dapat menjadi fondasi kuat bagi ketahanan mental dan pembangunan manusia jangka panjang,” jelasnya.

Program tersebut juga disambut positif oleh masyarakat. Salah satu orang tua siswa, Hamsiah Drakel, mengaku melihat perubahan pada anak-anak setelah mengikuti kegiatan di rumah belajar.

“Setiap sore anak-anak datang dengan hati senang. Mereka tidak hanya membaca, tapi juga bermain dan belajar bersama,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Nadia Abdullah yang berharap program ini dapat mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai secara berlebihan.

Saat ini, program Rumah Belajar Harita Nickel telah menjangkau sekitar 210 siswa di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program ini juga mendapat pengakuan nasional melalui Subroto Awards 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kategori Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Terinovatif Komoditas Mineral Bidang Pendidikan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Maluku Utara, Mulyadi Tutupoho, menilai kehadiran rumah belajar tersebut membantu memperluas akses pendidikan di wilayah kepulauan.

“Dengan fasilitas belajar yang lengkap dan pendampingan yang konsisten, rumah belajar ini menjadi dukungan nyata bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah yang akses pendidikannya masih terbatas,” ujarnya.

Ke depan, fasilitas ini diharapkan terus menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak, sekaligus mendorong peningkatan kualitas literasi di Maluku Utara.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang