Sebut Kenan Yildiz “Alien”, Spalletti Minta Bintang Juventus Belajar Bertahan

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 22 Januari 2026 – 08:46 WIB

Kenan Yildiz dari Juventus dihadang oleh Amar Dedic dari Benfica selama pertandingan Fase Liga Liga UEFA 2025/26 pekan ke-7 antara Juventus dan SL Benfica di Stadion Juventus pada 21 Januari 2026 di Turin, Italia. (Foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Kenan Yildiz dari Juventus dihadang oleh Amar Dedic dari Benfica selama pertandingan Fase Liga Liga UEFA 2025/26 pekan ke-7 antara Juventus dan SL Benfica di Stadion Juventus pada 21 Januari 2026 di Turin, Italia. (Foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak bisa menyembunyikan rasa leganya sekaligus ketegangannya usai membawa Bianconeri menang 2-0 atas Benfica dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (21/1). Meski meraih tiga poin krusial berkat gol Khephren Thuram dan Weston McKennie, Spalletti menyoroti atmosfer panas di stadion dan menuntut mentalitas lebih dari skuadnya.

Dalam wawancara pasca-laga dengan Amazon Prime Video Italia, pelatih yang menggantikan Igor Tudor di pertengahan musim ini mengakui adanya gesekan dengan suporter di tribun Allianz Stadium saat tim sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan.

“Radar Harus Selalu Online”

Spalletti menegaskan bahwa standar di Juventus sangat tinggi. Ia meminta para pemainnya untuk memiliki respons dan prediksi permainan yang lebih cepat, atau dalam istilahnya: menjaga radar tetap menyala.

“Saya berharap melihat reaksi yang lebih cepat… Kegarangan itu adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola modern sekarang,” tegas Spalletti.

“Radar kami harus selalu online (aktif). Sebaliknya, kami terlalu sering kehilangan bola karena panik, kami membuat bola ‘terbatuk-batuk’ dengan operan yang tersendat,” kritiknya mengenai performa babak pertama.

Terkait ketegangan dengan fans, Spalletti menambahkan: “Ini adalah pertandingan penting, hal-hal (kritik) akan dilemparkan ke arah Anda jika Anda tidak membawa pulang hasil, jadi ada banyak ketegangan yang menumpuk.”

Kritik untuk “Aura Anak Baik” Jonathan David

Sorotan tajam juga diarahkan kepada striker Jonathan David. Meski berkontribusi dalam permainan, David dinilai kurang “buas” di depan gawang, terutama setelah membuang peluang sundulan emas.

“David tahu cara bermain sepak bola. Dia mungkin tidak memiliki determinasi dan kegarangan itu… dalam pandangannya setiap pertandingan adalah sama, dia memiliki aura ‘anak baik’ (nice boy aura), tapi mungkin dia butuh sedikit lebih banyak pengalaman untuk menjadi lebih bertekad,” analisis Spalletti.

Kenan Yildiz Sang “Alien”

Spalletti memberikan pujian unik namun bersyarat kepada bintang muda Turki, Kenan Yildiz. Ia menyebut Yildiz sebagai pemain dengan bakat di atas rata-rata, namun mengingatkan soal tanggung jawab bertahan.

“Kenan Yildiz adalah ‘alien’ di tim ini, orang yang benar-benar berdiri di atas yang lain. Tapi pergerakan bertahannya tidak akan sama dengan McKennie,” ujar Spalletti.

“Mengetahui cara melakukan hal-hal tertentu saja tidak cukup lagi, Anda harus melengkapi permainan Anda dan membantu tim.”

Lolos Play-off, Tatap Monaco

Kemenangan ini membawa Juventus mengoleksi 12 poin dan duduk di peringkat 15 klasemen sementara Liga Champions. Hasil ini secara matematis mengamankan tiket ke babak play-off.

Selanjutnya, Juventus akan melakoni laga pamungkas fase liga melawan AS Monaco, yang akan menjadi ajang reuni dengan mantan gelandang mereka, Paul Pogba. Spalletti berharap timnya bisa memperbaiki peringkat untuk menjadi unggulan dalam undian play-off nanti.