PT Liga Utama Indonesia (LIU) selaku operator kompetisi Championship atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Liga 2 baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Rapat yang digelar, Senin (24/8/2026) ini membahas sejumlah agenda penting, termasuk perubahan susunan komisaris serta kesiapan penyelenggaraan Championship 2026/2027.
PT Liga Utama Indonesia sendiri merupakan perusahaan baru yang dibentuk untuk mengelola kompetisi Championship. Perusahaan tersebut telah mulai menjalankan operasionalnya sejak satu musim terakhir.
General Manager I.League, Budiman Dalimunthe menjelaskan, RUPS menyepakati perubahan dalam susunan komisaris perusahaan. Sementara itu, jajaran direksi, Ferry Paulus sebagai direktur utama dan Asep Saputra selaku direktur.
Sebagai pengingat, I.League selaku operator kompetisi Super League atau kasta teratas Liga Indonesia juga menjadi pemegang saham mayoritas PT Liga Utama Indonesia (LIU).
Ia kemudian menjelaskan struktur kepemilikan saham PT Liga Utama Indonesia. Berbeda dengan I.League yang 99 persen sahamnya dimiliki 18 klub Super League dan satu persen oleh PSSI, PT Liga Utama Indonesia (LIU) memiliki struktur kepemilikan yang melibatkan I.League sebagai pemegang saham terbesar.
“Kalau di PT Liga Indonesia Baru kan 99 persen dimiliki oleh klub Super League 18, 1 persen oleh federasi, oleh PSSI. Kalau di PT Liga Utama Indonesia, saham terbesar itu dimiliki oleh PT Liga Indonesia Baru. Makanya komisaris utamanya kan Pak Sadikin Aksa. Kemudian sisa sahamnya yang kecil di bawah 50 persen itu dibagi rata oleh 20 klub,” tuturnya.
Kick-Off Championship 2026/2027
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga menyepakati jadwal pembukaan Championship 2026/2027. Kompetisi yang diikuti sebanyak 20 tim dijadwalkan mulai bergulir pada 11 September 2026.
Partai pembuka akan mempertemukan PSIS Semarang melawan PSPS Pekanbaru. Pertandingan tersebut dipilih berdasarkan sejumlah pertimbangan, termasuk kualitas stadion dan aspek komersial.
“Terpilih pertandingannya PSIS lawan PSPS Pekanbaru dengan kriteria bahwa premium stadium, jadi stadion yang dianggap terbaik di antara stadion-stadion lain yang terbaik,” bebernya.
“Kemudian aspek komersialnya juga memadai dan ada aspek lain yang dipertimbangkan terpilihlah PSIS lawan PSPS Pekanbaru. Dan itu juga di RUPS biasa ya, diminta persetujuan dari pemilik saham disetujui bahwa tanggal 11 nanti jadi opening untuk Championship League di Semarang,” lanjut Budiman.
Selain mengelola kompetisi Championship, PT Liga Utama Indonesia juga akan menjalankan Elite Pro Academy (EPA). Pengelolaannya kini mencakup kompetisi pembinaan usia muda dari Super League dan Championship dengan pembagian kategori Tier 1 dan Tier 2.
“PT Liga Utama Indonesia ini juga di antaranya menjalankan kompetisi Elite Pro Academy karena sekarang kan gabungan ya Super League dengan Championship. Nanti detailnya ada di rilis ya mana yang di Tier 1, mana yang di Tier 2,” tuturnya.











