CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan paparan saat dialog bersama pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026). (Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Freeport kembali menegaskan komitmennya di Indonesia. Perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu disebut akan menambah investasi sekitar US$20 miliar dalam 20 tahun ke depan. Tambahan dana ini diklaim menjadi penguatan jangka panjang bagi sektor pertambangan nasional, khususnya pengembangan mineral kritis dan hilirisasi.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, komitmen tersebut sudah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Freeport.
“Mungkin ada satu tambahan memang kemarin juga sudah ditandatangani kesepakatan MOU antara Freeport dan juga pemerintah Indonesia dalam hal ini kami mewakili atas mandat yang diberikan kepada kami sehingga pihak Freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan nilainya itu 20 miliar dolar,” ujar Rosan saat konferensi pers secara virtual, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Kesepakatan itu tertuang dalam Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral yang diteken Rosan bersama President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
Rosan menegaskan, MoU itu tak akan berhenti sebagai komitmen di atas kertas. Pemerintah akan menindaklanjutinya agar segera berubah menjadi perjanjian definitif yang mengikat kedua belah pihak.
“Dan ini juga akan memberikan dampak yang positif kepada baik dari segi penerimaan pajak dan yang lain-lainnya, oleh sebab itu ini tentunya akan ditindaklanjuti sehingga akan menjadi definitive agreement dalam waktu yang tidak lama,” kata dia.
Bagian dari Paket US$38,4 Miliar
Tambahan investasi Freeport ini menjadi bagian dari 11 nota kesepahaman senilai US$38,4 miliar atau sekitar Rp650,07 triliun antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat. Penandatanganan berlangsung dalam forum Business Summit yang digelar US-ASEAN Business Council di Gedung US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026), dan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelas MoU itu mencakup pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, manufaktur furnitur, hingga pengembangan teknologi. Kini, publik menunggu realisasi dari komitmen investasi jumbo tersebut.













