Purbaya Perkuat APBN Lewat Riset dan Pengembangan SDM

Clara Medium.jpeg

Senin, 29 Juni 2026 – 11:09 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna mewujudkan kemandirian ekonomi nasional. Langkah strategis ini ditempuh melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, serta industrialisasi yang berbasis pada talenta lokal.

Hal tersebut ditegaskan Menkeu dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026). 

Purbaya menyatakan, pemerintah terus menjaga agar APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan. Dengan begitu, instrumen keuangan negara ini mampu menjalankan dua fungsi utamanya, yakni sebagai stabilisator ekonomi sekaligus motor penggerak produktivitas, investasi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya.

Kolaborasi STEM dan SHARE untuk Industri Inklusif

Purbaya menekankan bahwa pembangunan industri nasional wajib menempatkan talenta sebagai fondasi paling utama. Oleh karena itu, pemerintah mendorong penguatan bidang Science (sains), Technology (teknologi), Engineering (rekayasa), and Mathematics (matematika) atau STEM, yang dipadukan dengan Social (ilmu sosial), Humanities (humaniora), Art for People (seni), Religious Study (keagamaan), Economics (ekonomi) atau SHARE. 

Integrasi ini diharapkan mampu melahirkan kemajuan teknologi yang tetap berorientasi pada pembangunan inklusif serta berkelanjutan.

Guna mencapai target tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memperkuat komitmen pengembangan SDM melalui berbagai kebijakan strategis. Salah satu langkah konkretnya adalah melakukan penajaman kebijakan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Mulai tahun 2026, sekitar 80 persen alokasi beasiswa LPDP akan difokuskan pada bidang STEM dan industri strategis. Sektor-sektor yang disasar meliputi pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, hilirisasi, maritim, hingga manufaktur maju.

“Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi,” terangnya.

Kebijakan Berbasis Riset dan Stabilitas Ekonomi

Di samping sektor pendidikan, Kemenkeu juga memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) lewat kolaborasi riset bersama berbagai perguruan tinggi. Melalui Center for Public Finance Research, para peneliti bekerja sama dengan unit-unit di lingkungan Kemenkeu untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat, kredibel, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Di sisi lain, di tengah dinamisnya gejolak ekonomi global, Purbaya menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sejauh ini tetap terjaga dengan baik.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2026 berhasil mencapai angka 5,61 persen dengan tingkat inflasi terkendali di posisi 3,08 persen. Stabilitas positif ini disokong kuat oleh surplus perdagangan, cadangan devisa yang memadai, pertumbuhan kredit yang kokoh, serta sektor manufaktur yang masih berada di zona ekspansif.

“Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” pungkas Purbaya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang