Punya Fundamental Solid, Investor Asing Berebut Borong Saham Bank Mandiri

Iwan Medium.jpeg

Senin, 31 Agustus 2026 – 08:08 WIB

Ilustrasi gedung Bank Mandiri. (Dok. Bank Mandiri)

Ilustrasi gedung Bank Mandiri. (Dok. Bank Mandiri)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sempat didera ‘isu panas’ blokir rekening pada pekan lalu, saham PT Bank Mandiri Tbk (Persero) malah kebanjiran peminat. Investor asing berebut untuk memborong saham bank pelat merah yang bersandi BMRI itu.

Sepanjang 24-28 Agustus 2026, saham BMRI mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp580 miliar. Pembelian terjadi di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI), berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang dikutip Senin (31/8/2026).

Posisi net buy dari investor asing untuk saham BMRI, merupakan yang terbesar dibandingkan saham-saham lainnya. Diikuti, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy asing mencapai Rp386,5 miliar.

Kemudian, saham PT Timah Tbk (TINS) dengan net buy asing senilai Rp82,1 miliar. Pekan lalu, investor asing mencetak net buy sebesar Rp279,2 miliar di seluruh pasar BEI. Fenomena ini melanjutkan net buy pekan sebelumnya yang mencapai Rp2,2 triliun.

Menariknya, saham BMRI menguat 0,95 persen ke level Rp4.250/saham pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Saat itu, Bank Mandiri tengah didera isu panas terkait blokir rekening.

Namun, semuanya tidak berdampak karena investor bersikap realistis. Mereka lebih melihat kepada faktor fundamental BMRI yang cukup oke. Alhasil, saham BMRI terangkat 0,7 persen dalam sepekan. Untuk sebulan, terangkat 2,1 persen.

Rekomendasi Beli

Dalam risetnya, BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp6.200/saham. 

Target tersebut berdasarkan pendekatan inverse cost of equity (inverse CoE) lima tahun, sebesar 11,6 persen. Di mana, CoE merupakan tingkat imbal hasil yang disyaratkan investor atas investasi di saham perusahaan.

Ilustrasi – Pengunjung cermati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto/ama/aa).

Perhitungan juga menggunakan asumsi pertumbuhan jangka panjang atau long-term growth (LTG) sebesar 3 persen. 

Dan, target harga saham Bank Mandiri mencerminkan rasio harga terhadap nilai buku pada nilai wajar (fair value price to book value/FV PBV) yang mencapai 1,8 kali.

Sementara, Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga untuk 12 bulan ke depan, sebesar Rp5.400.

Dan, saham BMRI diperkirakan diperdagangkan pada P/BV proyeksi 2026, sebesar 1,5 kali. Valuasi tersebut berada di atas level P/BV satu standar deviasi di bawah rata-rata tiga tahun, sebesar 1,35 kali.

Kiwoom pun mempertahankan rekomendasi beli, karena fundamental inti BMRI, yang konsisten solid. Meski menghadapi sejumlah tantangan sebagai dampak perekonomian global.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang