Skandal naturalisasi Malaysia memasuki babak lebih dalam setelah dokumen lengkap Komite Banding FIFA mengungkap pengakuan langsung Facundo Garces, salah satu dari tujuh pemain yang dihukum karena penggunaan dokumen palsu.
Dalam berkas resmi itu, Garces menyatakan bahwa inisiatif menjadi pemain Malaysia bukan datang dari dirinya, melainkan dari sang agen, Federico Raspanti, yang mengklaim adanya “jalur keturunan Malaysia” tanpa bukti jelas.
Garces: “Agen saya yang menawarkan naturalisasi Malaysia”
Dalam sesi dengar pendapat, Garces — disebut sebagai Player 2 dalam dokumen FIFA — mengaku bahwa ia hanya mengikuti instruksi agen dan tidak pernah menelusuri sendiri asal-usul leluhurnya.
Beberapa poin pengakuannya:
Ia ditawari kesempatan membela Malaysia oleh sang agen.
Ia tidak memahami detail asal-usul kakeknya.
Ia mengaku menyerahkan akta kelahiran dirinya, ayah, dan kakeknya kepada agen tanpa memeriksa isinya.
Ia tidak mempertanyakan dua dokumen yang saling bertentangan:
satu menyebut kakeknya lahir di Argentina, satu lagi menyebut Malaysia.
Ketika diminta menjelaskan mengapa ia tidak mengecek kejanggalan itu, Garces hanya menjawab:
“Itu bukan tanggung jawab saya.”
Ia juga membantah terlibat dalam pemalsuan, menegaskan bahwa ia hanya memberikan dokumen asli dan menganggap FAM yang memproses sisanya.
FIFA: Pemalsuan Bukan Hal Sepele, Berpotensi Jadi Kasus Pidana
Komite Banding FIFA menegaskan bahwa pemalsuan dokumen keturunan untuk mengakali aturan kelayakan pemain adalah pelanggaran serius yang bisa melampaui ranah olahraga.
Dalam dokumen tersebut FIFA menulis:
“Pemalsuan dokumen untuk membuktikan kewarganegaraan secara langsung merusak integritas kompetisi dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum di luar sepak bola.”
FIFA juga telah melaporkan kasus ini kepada otoritas pidana lima negara:
Malaysia, Argentina, Brasil, Belanda, dan Spanyol.
Sanksi Berat Tetap Berlaku: Denda dan Skorsing 12 Bulan
Komite Banding FIFA menolak seluruh argumen FAM dan para pemain.
Sanksi yang dijatuhkan sebelumnya tetap dinyatakan sah:
FAM didenda 350.000 franc Swiss
Tujuh pemain, termasuk Garces, didenda dan diskors 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola
Status naturalisasi mereka dinyatakan tidak sah karena dokumen keturunan palsu
Untuk Garces, situasi semakin rumit. Selain tidak bisa bermain untuk Malaysia, ia juga:
terancam pemutusan kontrak dari klubnya, Deportivo Alavés
berpotensi menghadapi proses hukum di luar sepak bola
hanya bisa kembali bermain paling cepat September 2026
Langkah Terakhir: Banding ke CAS
Usai kalah banding di FIFA, FAM dan para pemain memiliki 21 hari untuk melanjutkan perkara ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Swiss.
CAS dapat:
mempertahankan sanksi,
mengurangi hukuman, atau justru menambah berat hukuman jika menemukan pelanggaran lebih besar, bahkan memberikan interim decision yang menentukan status pemain selama proses berlangsung.
Namun sejumlah pengamat menilai peluang pembalikan putusan sangat kecil mengingat bukti FIFA berupa dokumen asli dan percakapan digital dianggap “tak terbantahkan”.













