Rumah Diding Boneng di Matraman Dalam Jakpus (Foto: inilahcom/Harris)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Aktor senior Diding Boneng alias Zainal Abidin hanya bisa terduduk lesu di depan rumahnya yang sebagian ambruk di kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat. Wajahnya tampak lelah, menatap puing-puing bangunan yang selama puluhan tahun menjadi tempat tinggal keluarganya.
Di sekitar lokasi, adik-adik, sanak saudara, hingga para tetangga terlihat bahu-membahu membersihkan sisa reruntuhan. Sejumlah tukang juga mulai bekerja, menata ulang bagian rumah yang roboh dengan material bangunan yang mulai berdatangan.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 21.00 WIB, saat Diding Boneng tidak berada di rumah berukuran sekitar 10×30 meter tersebut.
Dari pantauan Inilah.com, bagian depan rumah yang hanya berlantai satu memang masih terlihat berdiri. Namun kondisi berbeda tampak ketika masuk ke bagian dalam. Atap dan fondasi di bagian tengah hingga belakang rumah sudah runtuh, meninggalkan lubang besar dan puing berserakan.

Sejumlah barang berharga seperti album foto keluarga, pajangan, buku, hingga Alquran terlihat dipindahkan ke bagian depan rumah untuk diamankan.
Beberapa orang tampak mulai mengerjakan perbaikan awal. Semen, pasir, hingga batu kerikil disusun rapi di sekitar lokasi, hasil dari urunan warga sekitar yang ikut membantu proses pemulihan.
Dalam wawancara eksklusif bersama Inilah.com di lokasi kejadian, Diding Boneng menceritakan kronologi runtuhnya rumah tersebut.”Awalnya saya enggak tahu persis saat kejadiannya. Saya ada di luar soalnya. Jadi begitu saya pulang, sudah kurang lebih 15 menitan itu kejadian. Jadi sudah enggak tahu persis itu. Adik-adik saya sudah pada nangis saja saya datang,” ujar sosok yang akrab disapa Bang Boneng oleh warga sekitar.
“Jadi dari tengah ke dapur di belakang itu sudah ketutup puing-puing semua,” lanjutnya.
Usai kejadian, keluarga Diding Boneng langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada ketua RT dan RW setempat.
“Jadi adik saya yang satu pengajian dengan pak RT, akhirnya pak RT dateng dan calling lagi ke pak RW akhirnya pak RW dateng. Kami gak bisa apa-apa. Malam gak bisa apa-apa akhirnya besok pagi,” tuturnya.
Demi alasan keselamatan, Diding Boneng dan keluarganya kemudian diungsikan ke sekretariat RW untuk bermalam.”Takut kalau dipaksakan tetap di rumah ada reruntuhan susulan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, sebelum rumah roboh, anaknya sempat merasakan kejanggalan pada bagian atap. Terdengar bunyi retakan yang membuat sembilan orang di dalam rumah langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa pada saat itu,” ucap Diding Boneng.














