Wisatawan memenuhi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di penghujung libur Natal dan Tahun Baru 2026. (Dokumentasi: Inilah.com/ Vonita)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 jadi momen panen pengunjung bagi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tak cuma ramai, pengelola memastikan kawasan wisata ini relatif aman tanpa laporan kehilangan maupun kecelakaan selama periode libur.
Sales and Commercial Group Head TMII Palupi Rusdiyadmi menyebut tingkat kenyamanan pengunjung selama Nataru tahun ini tergolong tinggi dengan angka kriminalitas yang nyaris nol.
“Alhamdulillah sih zero (nol) ya gitu. Enggak ada tuh yang kehilangan apa, kehilangan apa, kehilangan anak gitu kan biasanya banyak. Tapi ini enggak ada sih. Semuanya aman, sejahtera, dan semua bisa menikmati sih,” kata Palupi di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
Selain faktor keamanan, TMII juga menyuguhkan berbagai atraksi budaya khas Nusantara yang rutin digelar sepanjang pekan Nataru. Menurut Palupi, parade budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah TMII sebagai etalase kebudayaan Indonesia.
“Jadi setiap eh pekan Nataru ini selalu ada parade-parade yang eh diisi oleh anjungan-anjungan daerah, maupun dari Bali, dari mana-mana gitu kan, itu ada semua gitu kan, dari Sumatera juga, juga ada,” jelasnya.
Dari sisi fasilitas, pengelola melakukan penyesuaian untuk menjaga kenyamanan pengunjung, terutama dengan menambah layanan angkutan keliling atau angling. Langkah ini diambil mengingat sebagian besar kawasan TMII merupakan ruang terbuka hijau.
“Kita ada penambahan untuk Angling, angkutan keliling, karena kan memang kalau kita tahu Taman Mini nih green zone kan. Jadi 70 persen adalah area green, 30 persen ini baru bangunan. Makanya kita juga punya fasilitas tambahan khususnya untuk angkutan keliling di mana untuk disability, untuk ibu hamil, anak kecil atau orang tua itu kita prioritas, prioritaskan juga,” tuturnya.
Meski fasilitas transportasi ditambah, TMII tetap mendorong pengunjung menikmati kawasan dengan berjalan kaki agar bisa merasakan langsung suasana dan keberagaman budaya yang ditawarkan.
“Bisa, cuman kita juga pengen karena Taman Mini ini kan eh seru ya, indah. Jadi kita pengen masyarakat juga menikmatinya sambil jalan kaki gitu. Misalnya kalau Angling-nya penuh, biasanya kita edukasi mereka juga,” paparnya.














