Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A/YU).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tiba-tiba saja, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan terkait pernyataan stok bahan bakar minyak (BBM) tersisa untuk 20 hari. Bisa jadi pernyataan itu mengundang galau bagi masyarakat sehingga memicu aksi panic buying.
Menteri Bahlil mengatakan, sejak dulu, kapasitas storage penampungan minyak di Indonesia, memang hanya 25 hari saja. Namun, dia memastikan, kepemilikan minyak di Indonesia aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong alias panic buying.
“Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tempat storage-nya itu hanya 25 hari. Dari dulu ini, bukan baru sekarang, dari dulu,” ujar Ketua Umum Partai Golkar itu di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat malam (6/3/2026).
Dia menerangkan, standar minimal ketersediaan BBM di Indonesia memang di atas 20 hari. “Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman. Jadi enggak perlu ada panic (buying), enggak perlu. Supply lancar,” sambungnya.
Menteri Bahlil mengatakan, yang Indonesia ambil dari Timur Tengah adalah minyak mentah, bukan minyak jadi. Terkait minyak mentah yang diambil Indonesia dari Timur Tengah (Timteng), sebanyak 20-25 persen.
Akan tetapi, kata Menteri Bahlil, Indonesia sudah mendapatkan pengganti negara pemasok BBM di luar Timteng. “Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” tegas Bahlil.
Khusus solar, lanjut Menteri Bahlil, Indonesia sudah memproduksi full dalam negeri. Dengan demikian, stok BBM sisa 20 hari bukan berarti hanya tersisa untuk 20 hari. Di mana, kapasitas penyimpanan BBM jenis solar hanya 25 hari.
“Bensin ini tidak kita impor dari Middle East, tidak juga kita impor dari Amerika atau dari Afrika. Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri,” jelasnya.
Selanjutnya, Menteri Bahlil mengaku optimistis bahwa perang di Timur Tengah, tidak sampai memberikan pengaruh terlalu besar terhadap Indonesia. Baik dari sisi keuangan negara maupun pasokan.
“Insha Allah, sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi (BBM) kita aman. Sekali lagi saya katakan aman. Jadi jangan dengar provokasi-provokasi atau misinformasi. Insha Allah, aman,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













