Ferry Irwandi saat diwawancarai wartawan saat tiba di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Kamis (4/12/2025). (Foto: Dok Polda Sumut )
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Potret memilukan datang dari pelosok Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Aktivis kemanusiaan Ferry Irwandi melaporkan penemuan sebuah lokasi pengungsian darurat yang dihuni oleh 2.000 korban banjir dalam kondisi sangat tidak layak. Ribuan warga tersebut terpaksa mendirikan tenda seadanya di atas jalur rel kereta api demi menghindari genangan air.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry menggambarkan situasi di lokasi tersebut sangat berbahaya dan minim fasilitas.
Gelap Gulita dan Tenda Minim
Menurut Ferry, kebutuhan dasar para pengungsi di lokasi tersebut nyaris tidak terpenuhi. Mereka harus bertahan hidup melawan gelap, lapar, dan dinginnya malam tanpa atap yang memadai.
“Di pelosok Langkat kami mengunjungi tempat pengungsian korban bencana yang berisikan 2.000 orang dengan fasilitas yang sangat tidak memadai dan minim yang dibuat di atas rel kereta api,” tulis Ferry.
Ia menambahkan bahwa jumlah tenda sangat terbatas sehingga tidak cukup menampung seluruh keluarga saat hujan turun. Parahnya lagi, tidak ada sumber penerangan sama sekali di lokasi tersebut.
Bayi dan Hewan Ternak Bercampur
Kondisi kesehatan dan keselamatan kelompok rentan menjadi sorotan utama. Ferry mengungkapkan kesedihannya melihat banyak balita yang harus tidur berhimpit-himpitan dalam kondisi yang bercampur baur dengan hewan ternak yang turut diselamatkan warga.
“Jangankan makanan, untuk sekadar tidur pun mereka kesulitan,” ungkap Ferry.
Salurkan Bantuan dan Desak Perbaikan Bendungan
Tidak sekadar berkunjung, Ferry langsung menyalurkan bantuan logistik menggunakan dana donasi yang telah terkumpul. Bantuan yang didistribusikan meliputi paket makanan, selimut, popok bayi (pampers), susu, botol susu, alas tidur, serta pembelian tenda tambahan agar warga tidak perlu tidur berhimpitan.
Di akhir laporannya, Ferry menyoroti akar masalah banjir di wilayah tersebut. Ia mendesak pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat untuk segera memperbaiki infrastruktur vital yang rusak.
“Diharapkan bantuan dari pemerintah bisa segera ke daerah ini, ada banyak titik bendungan jebol yang harus segera diperbaiki, agar mereka bisa pulang ke rumahnya kembali,” tegasnya.














