Menuju 100 Tahun Marilyn Monroe: Koleksi Rahasia dan Memorabilia Sang Ikon Dilelang

Nama Marilyn Monroe tidak pernah benar-benar redup dari panggung budaya populer dunia. Menjelang peringatan hari lahir sang ikon Hollywood yang ke-100 pada 1 Juni 2026 mendatang, sejumlah memorabilia pribadi milik Monroe akan dilelang untuk pertama kalinya ke publik.

Mengutip laporan Variety, Minggu (10/5/2026), balai lelang Heritage Auctions telah merilis daftar koleksi yang mencakup periode emas sang aktris antara tahun 1955 hingga 1962. Koleksi ini bukan sekadar barang antik, melainkan kepingan sejarah yang merekam jejak hidup Monroe sebelum kematiannya yang tragis.

“Marilyn Monroe tetap menjadi salah satu tokoh yang paling abadi dan berpengaruh dalam budaya populer Amerika. Sosoknya telah membentuk generasi dan terus memikat kita hingga saat ini,” ujar Wakil Presiden Eksekutif di Heritage Auctions, Joe Maddalena.

Potret Tanpa Filter Sang Legenda

Lelang ini menjadi istimewa karena menyertakan barang-barang yang bersifat sangat personal. Di antaranya adalah surat tulisan tangan, foto-foto langka, hingga pakaian dan aksesori pribadi yang selama ini tersimpan rapat.

Yang paling menarik perhatian para kolektor adalah entri buku harian Monroe. Dalam catatan tersebut, Monroe merenungkan hubungannya yang penuh dinamika dengan dua pria besar dalam hidupnya, Arthur Miller dan Joe DiMaggio. Selain itu, terdapat pula puisi pribadi, lukisan cat air, hingga catatan motivasi untuk diri sendiri yang baru pertama kali diungkap ke hadapan publik.

Heritage Auctions menyebut koleksi ini menawarkan potret Monroe yang ‘tanpa filter’, menangkap momen-momen keberhasilan hingga perjuangan terberat dalam kehidupan batinnya.

Arsip Pribadi dari Sahabat Dekat

Koleksi yang dipelihara dengan cermat ini diketahui berasal dari mendiang penulis drama Norman Rosten dan istrinya, Hedda. Pasangan ini merupakan teman dekat sekaligus orang kepercayaan Monroe hingga akhir hayatnya.

Selama bertahun-tahun, keluarga Rosten menyimpan barang-barang pemberian Monroe, termasuk perhiasan dan pakaian yang dihadiahkan langsung kepada Hedda. Status mereka sebagai asisten pribadi dan sekretaris memungkinkan arsip-arsip ini terjaga keasliannya.

“Ini bukan sekadar koleksi artefak biasa, tetapi arsip materi primer yang luar biasa. Ini menawarkan wawasan baru ke dalam dunia batinnya dan menjadi kesempatan sekali seumur hidup bagi para kolektor maupun akademisi,” tambah Maddalena.

Abadi Lewat Lensa Fotografer Dunia

Selain lelang benda fisik, perayaan seratus tahun Marilyn Monroe juga ditandai dengan peluncuran Buku Resmi Seratus Tahun (Official Centennial Book). Buku ini menampilkan lebih dari 200 foto sang aktris yang diabadikan oleh para fotografer legendaris dunia.

Nama-nama besar seperti Cecil Beaton, Henri Cartier-Bresson, hingga Richard Avedon menjadi saksi bisu transformasi Monroe dari seorang bintang film menjadi ikon mode abadi melalui lensa kamera mereka.

Bagi dunia, Marilyn Monroe bukan sekadar bintang film yang telah tiada. Melalui lelang dan peringatan 100 tahun ini, ia membuktikan bahwa pesona dan misteri hidupnya tetap menjadi magnet yang tak lekang oleh waktu.