Mensos: Data Bansos Harus Akurat agar Tepat Sasaran

Basuki Medium.jpeg

Minggu, 31 Mei 2026 – 17:34 WIB

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat memberikan kata sambutan di Kupang, Minggu (31/5/2026). (Foto: Antara/Kornelis Kaha)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat memberikan kata sambutan di Kupang, Minggu (31/5/2026). (Foto: Antara/Kornelis Kaha)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, data berbagai bantuan sosial (bansos) yang disalurkan harus akurat agar tepat sasaran.

“Selama ini data kita tidak akurat sehingga bantuan-bantuan yang kita salurkan tidak tepat sasaran,” ujar Gus Ipul di Kupang, NTT, Minggu (31/5/2026).

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Kupang, sekaligus bertemu dan berdialog dengan sejumlah siswa sekolah rakyat merah putih (SRMP) 19 Kupang.

Gus Ipul juga menekankan, jika datanya akurat sudah pasti sasaran penyalurannya tepat. Sehingga bantuan sosial yang disalurkan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi penerima manfaat.

“Mari kita mulai menyajikan data yang jujur. Kita perbaiki saat ini datanya sehingga tidak ada lagi keluarga miskin yang tidak terdata,” tuturnya.

Karena itu lanjut dia, di awal-awal dilantik sebagai Menteri Sosial, dirinya ingin memperbaiki sistem pendataan sehingga bisa semua yang terdata mendapatkan bantuan.

45 Persen tak Tepat Sasaran

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan berdasarkan data BPS, sebanyak 45 persen program keluarga harapan tidak tepat sasaran.

Karena itu dia berharap agar semua Kepala Daerah baik Gubernur NTT, Bupati, Wali Kota, Camat, Kepala Desa, kelurahan hingga RT/RW membuat pendataan yang lebih baik lagi.

Menurut dia, Kabupaten, Kota, kelurahan dan desa harus memiliki operator data desa. Jika tak memiliki maka pastinya susah untuk melakukan pemutakiran data secara berkelanjutan.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mengatakan, saat ini seluruh program sosial di Indonesia membutuhkan data yang akurat.

“Karena itu pendataan itu sangat diperlukan. Data tunggal sosial ekonomi nasional kini menjadi rujukan penting untuk menentukan berbagai data penyaluran, terutama bagi masyarakat miskin,” kata Melki.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang