Luhut Optimistis Family Office Bisa Tarik Dana ‘Nganggur’ US$200 Miliar dalam Semalam

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 27 Mei 2026 – 21:12 WIB

Presiden RI, Prabowo Subianto (kanan) tengah berbincang dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok DPR RI).

Presiden RI, Prabowo Subianto (kanan) tengah berbincang dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok DPR RI).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Setelah mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut family office bakal efektif menyedot dana asing masuk ke Indonesia.

Dia bilang, family office berada di International Financial Center atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Finansial di Bali, bakal dibahas di DPR pada akhir bulan ini. “Presiden sudah setuju pembentukan International Financial Center, family office di Bali,” kata Luhut di Jakarta, dikutip Rabu (27/5/2026).

Untuk segera mewujudkan terbentuknya family office ini, Luhut mengaku sudah berbicara panjang lebar dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P Roeslani.

Nantinya, family office akan melibatkan tokoh senior asal Inggris sebagai penasihat. Pembentukan entitas atau firma yang mengelola aset pribadi atau keluarga kaya dunia ini, diarahkan untuk menjaring dana menganggur.

Saat ini, kata Luhut, momentum tepat bagi Indonesia untuk membangun family office maupun kawasan ekonomi khusus (KEK) finansial.

Alasannya, ketidakpastian ekonomi akibat perang di Timur Tengah, banyak investor global sedang mencari tempat baru untuk menjaga aset. Angka aset mereka diperkirakan mencapai triliunan dolar AS.

“Triliunan dolar AS, katanya ada di Timur Tengah pada saat ini. Mereka mencari tempat yang tepat untuk investasi, mereka ingin tetap aman. Jadi kita tidak salah berharap mendapat 100-200 miliar dolar AS dalam semalam,” bebernya. 

Sejak April 2026, muncul wacana bahwa pemerintah tengah mengkaji pembentukan KEK sektor keuangan di Bali. KEK ini dibangun untuk meningkatkan industri jasa keuangan global. “Sedang dalam proses (pembahasan) bersama International Financial Center,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).

Meski demikian, kata Menko Airlangga, realisasi KEK Keuangan ini, tidak dilakukan dalam waktu dekat. Karena, pemerintah masih membahas insentif yang akan diberikan. Belum disebutkan apakah insentifnya berupa tax holiday atau yang lainnya.“Sedang dalam proses,” jelas dia.

Dia mengatakan, KEK keuangan ini dibentuk untuk membuka kesempatan akan adanya perubahan geopolitik global. Bisa saja, KEK Keuangan ini terdapat family office. “Kita sedang siapkan regulasinya dan juga seberapa jauh regulasi itu mengakomodasi apa yang diminta pendirian dari financial center atau family office,” jelas dia.

Rencananya, menurut mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar itu, pengelola KEK Keuangan adalah lembaga non-pemerintah. Namun bisa pula BPI Danantara ikut serta. “Kalau Danantara mengelola, boleh juga,” ungkapnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang