Lewati Target, Timnas Voli Indonesia Akui Kemenangan di AVC Cup Serasa Mimpi

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Senin, 29 Juni 2026 – 05:46 WIB

Ekspresi emosional jajaran pelatih dan ofisial Timnas Bola Voli Putra Indonesia saat merayakan kemenangan di Final AVC Men's Cup 2026. (Foto: FIVB)

Ekspresi emosional jajaran pelatih dan ofisial Timnas Bola Voli Putra Indonesia saat merayakan kemenangan di Final AVC Men’s Cup 2026. (Foto: FIVB)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kesuksesan Timnas Bola Voli Putra Indonesia menjuarai ajang AVC Men’s Cup 2026 meninggalkan kesan emosional yang mendalam bagi skuad Garuda. Keberhasilan menundukkan Korea Selatan dengan skor telak 3-0 (34-32, 25-16, 25-23) di partai final, Minggu (28/6/2026), bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan jawaban telak atas keraguan banyak pihak.

Asisten Pelatih Timnas Voli Putra Indonesia, Nur Widayanto, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas pencapaian bersejarah di Ahmedabad, India tersebut.

“Alhamdulillah, serasa mimpi. Banyak orang yang meragukan tim ini, tetapi teman-teman menjawabnya dengan prestasi yang luar biasa, bahkan melampaui target federasi,” ungkap Nur Widayanto usai pertandingan yang dramatis tersebut.

Sempat Kesulitan di Set Pertama

Kemenangan tiga set langsung ini sejatinya tidak diraih dengan mudah, terutama di awal laga. Nur membeberkan bahwa skuad Merah Putih sempat kesulitan mengembangkan pola permainan pada set pembuka akibat gempuran servis mematikan dari para pemain Korea Selatan.

“Pada set pertama kami sempat dikagetkan oleh servis pemain Korea yang menyulitkan. Akibatnya serangan kami tidak maksimal dan mudah dibendung blok mereka,” jelas Nur, mengomentari set pertama yang harus diselesaikan lewat deuce panjang 34-32.

Titik Balik: Agresivitas Servis dan Taktik Brilian

Situasi mulai berbalik 180 derajat saat memasuki set kedua. Instruksi tim pelatih untuk bermain lebih menekan berhasil dieksekusi dengan sempurna. Servis-servis agresif mulai dilancarkan dan sukses memorak-porandakan barisan pertahanan skuad Negeri Ginseng.

“Mulai set kedua dan seterusnya, banyak servis dari pemain kita yang menyulitkan lawan, terutama dari Boy Arnez dan Farhan Halim. Dari situ blocker kita bisa menghasilkan poin, sementara pemain belakang mendapat bola-bola bertahan yang kemudian menjadi counter attack,” papar Nur.

Lebih lanjut, Nur memberikan pujian khusus kepada Pelatih Kepala Reidel Toiran. Di laga puncak ini, Toiran mengambil keputusan berani dengan merombak komposisi pemain. Rama Fazza dipercaya masuk menggantikan Fauzan Nibras, sementara Putra Hidayatullah menggantikan Ahmad Gumilar, berpadu dengan pilar utama seperti Alfin Daniel, Boy Arnez, Hendra Kurniawan, dan Farhan Halim.

“Yang tidak kalah penting adalah strategi Coach Toiran yang brilian. Beliau memasukkan Rama Fazza menggantikan Nibras yang underperform hari ini. Alhamdulillah Rama mampu menghasilkan banyak poin melalui serangan maupun servis. Pergantian itu benar-benar sukses,” pungkas Nur mengapresiasi kejelian taktik sang pelatih.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang