Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu. (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Untuk mempercepat transformasi bisnis melalui penguatan ekosistem perbankan, PT Bank Tabungan Negara (Persero/BBTN) memperbesar penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA).
Selain itu, kata Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, perseroan juga meningkatkan volume transaksi nasabah, serta memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan (fee-based income) di tengah kondisi persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat.
“Industri perbankan, saat ini, dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah dinamika ketegangan geopolitik global, industri perbankan dituntut adaptif dan tidak lagi sekadar mengandalkan strategi penghimpunan dana tradisional yang berbasis adu suku bunga tinggi (interest rate-driven funding),” beber Nixon di Jakarta, dikutip Rabu (3/6/2026).
Sebaliknya, kata dia, bank harus mampu menangkap arus transaksi dan aktivitas ekonomi nasabah secara lebih luas dan terintegrasi. “Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional,” ungkapnya.
Ke depan, lanjutnya, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Di sisi lain, dia menyampaikan kabar baik bahwa BTN mencatatkan pertumbuhan positif pada dana murah. Per April 2026, CASA perseroan secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,20 persen secara tahunan. Dari Rp199,65 triliun menjadi Rp216,02 triliun.
Nixon melanjutkan, untuk mengimplementasikan strategi penguatan CASA tersebut, bank yang fokus pada pembiayaan properti ini memanfaatkan kekuatan utamanya yakni ekosistem perumahan yang selama ini menjadi keunggulan komparatif perseroan.
“Ekosistem hulu-ke-hilir ini mencakup para pengembang (developer), kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga seluruh jaringan usaha turunan yang terhubung dengan sektor real estat,” ungkapnya.
Langkah penyegaran ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) strategi jangka panjang BTN untuk memperkokoh struktur pendanaan bank, meningkatkan keterikatan nasabah (customer engagement), sekaligus mendiversifikasi serta memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.
“BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi,” kata Nixon.
Tidak berhenti pada sektor properti, BTN juga menargetkan perluasan penetrasi ecosystem banking ke berbagai sektor strategis non-perumahan lainnya yang memiliki perputaran arus kas tinggi dan keterikatan kuat dengan kebutuhan harian masyarakat.
Beberapa sektor potensial yang kini tengah dipacu formulasinya antara lain sektor pendidikan (sekolah dan universitas), sektor kesehatan (rumah sakit dan klinik), pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai komunitas bisnis lokal. Lewat ekspansi ini, BTN optimistis dapat membangun fondasi bisnis yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












