Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Foto: inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menegaskan polemik kepengurusan Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) kini telah tuntas.
Sengketa internal yang sebelumnya memicu dualisme kepemimpinan itu akhirnya menemukan jalan keluar setelah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) merampungkan proses penyelesaian di tubuh organisasi sepak takraw nasional.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami harus menjadi bangsa yang digdaya di bidang olahraga. Tentu hal itu mustahil tercapai jika masih ada perpecahan di dalamnya, karena olahraga semangatnya adalah berjuang dalam persatuan,” ujar Erick dalam keterangan resminya, Selasa (9/12/2025).
Setelah melalui serangkaian proses, Pengurus Besar (PB) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) periode 2025-2029 di bawah kepemimpinan Surianto ditetapkan sebagai kepengurusan sepak takraw yang diakui secara nasional dan internasional. Surat pengakuan kepengurusan PSTI ini telah diterima Menpora dari KONI dan KOI.
“Maka saya sangat mengapresiasi keberhasilan KONI, KOI, dan pengurus cabor untuk duduk bersama, bermusyawarah mencapai mufakat, melakukan introspeksi dan menyelesaikan masalah dualisme di PB Sepak Takraw. Ini artinya semua stakeholder olahraga solid dan satu suara demi prestasi bangsa,” tegas Etho sapaan karib Erick
Lebih lanjut Menpora Etho berharap cabor-cabor lainnya yang memiliki dualisme kepengurusan untuk mengikuti langkah cabor sepak takraw.
Ia juga sudah sempat memberikan ultimatum, aka melakukan intervensi dalam persoalan dualisme pengurus cabang olahraga (cabor) apabila tidsk menemui titik temu hingga Januari 2026 mendatang.
“Saya harap tuntasnya masalah dualisme di tubuh kepengurusan sepak takraw memacu tiga cabor lainnya yaitu tenis meja, anggar dan tinju untuk juga duduk bersama dan menyelesaikan masalah sebelum tahun berganti,” katanya.
“Apalagi cabor yang masih dalam masalah ini juga ada yang masuk dalam 21 cabor unggulan sesuai arahan Presiden. Ayo satukan tekad untuk membangun prestasi olahraga, jangan jadikan atlet korban konflik kekuasaan kepengurusan cabor,” tutup Menpora.














