Matias Vecino dari SS Lazio dan Emil Audero selama pertandingan Serie A antara SS Lazio dan US Cremonese di Stadio Olimpico pada 20 Desember 2025 di Roma, Italia. (Foto: Marco Rosi – SS Lazio/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Lazio gagal memanfaatkan keuntungan kandang dan harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 0-0 oleh Cremonese dalam lanjutan Serie A di Stadion Olimpico, Sabtu (20/12/2025) malam.
Pertandingan yang diwarnai kartu merah untuk Federico Ceccherini di masa injury time ini menyoroti tumpulnya lini depan Biancocelesti di tengah krisis pemain yang melanda.
Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Lazio di kandang menjadi tujuh pertandingan, namun satu poin bukanlah hasil yang diharapkan Maurizio Sarri mengingat posisi mereka di klasemen yang hanya terpaut dua poin dari Cremonese sebelum laga dimulai.
Penyelesaian Akhir Buruk
Laga berjalan alot dengan kedua tim sama-sama menyia-nyiakan peluang emas. Cremonese sempat mengancam di menit awal ketika Federico Bonazzoli gagal menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong setelah memotong operan yang salah. Sementara itu, upaya Pedro dan sundulan Taty Castellanos masih bisa diamankan kiper Cremonese, Emil Audero.
Masuknya Tijjani Noslin—yang bermain dalam kondisi kurang fit akibat flu—di babak kedua sempat memberikan angin segar. Namun, klaim penaltinya ditolak wasit dan tembakannya melebar. Di sisi lain, striker veteran Cremonese, Jamie Vardy, juga membuang peluang emas saat sundulannya di tiang jauh melambung di atas mistar gawang.
Drama Menit Akhir
Puncak ketegangan terjadi di masa injury time. Serangan balik cepat Matteo Guendouzi membuat Matteo Cancellieri lolos dan tinggal berhadapan dengan kiper.
Bek Cremonese, Federico Ceccherini, terpaksa menjatuhkan Cancellieri tepat di luar kotak penalti dan langsung diganjar kartu merah. Sayangnya, tendangan bebas Danilo Cataldi hanya menyerempet mistar gawang, memastikan skor kacamata bertahan hingga bubaran.
Sarri: Jangan Tanya Saya Soal Wasit!
Usai laga, Maurizio Sarri menolak memberikan komentar terkait kinerja wasit, sebuah sikap yang menyiratkan kekecewaan mendalam namun tertahan karena hubungan yang rumit dengan manajemen klub terkait isu ini.
“Tolong bicara saja dengan klub. Terakhir kali saya berbicara tentang wasit, klub mengeluarkan pernyataan yang mengatakan sebaliknya,” ujar Sarri tegas, dikutip dari TMW.
“Jika saya mengambil sikap, saya dihukum (skorsing). Mengapa kalian (jurnalis) tidak mengambil sikap saja?” sindirnya.
Krisis Pemain Jelang Lawan Udinese
Sarri lebih memilih menyoroti krisis pemain yang menggerogoti timnya. Absennya pilar seperti Mattia Zaccagni, Toma Basic, hingga pemain yang berlaga di Piala Afrika (AFCON) seperti Boulaye Dia, membuat opsi rotasi sangat terbatas.
“Hal negatifnya adalah babak pertama yang sangat buruk secara teknis, dengan kesalahan-kesalahan mendasar. Kami menaikkan tempo di babak kedua, tapi usaha untuk menang masih terlalu sedikit,” analisis Sarri.
Pelatih kawakan itu juga mengungkapkan kekhawatirannya jelang laga berikutnya melawan Udinese. “Di Udine nanti kami harus memainkan seseorang, saat ini mungkin kami hanya punya dua gelandang yang tersedia. Situasi ini sudah berlangsung berbulan-bulan.
Ketika Anda memainkan 10-12 pertandingan dengan setidaknya lima pemain absen, cepat atau lambat Anda akan membayarnya,” keluh Sarri.













