Kasus Dugaan Keracunan MBG Masuk Penyidikan, Kepala BGN Bicara Tersangka

Nebby Medium.jpeg

Kamis, 3 September 2026 – 23:16 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/wsj).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/wsj).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sejumlah kasus dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) telah masuk tahap penyidikan. Badan Gizi Nasional (BGN) menyerahkan penentuan unsur pidana dan penetapan tersangka kepada aparat penegak hukum.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, keputusan mengenai ada atau tidaknya tindak pidana harus didasarkan pada hasil penyelidikan aparat.

“Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum,” kata Sudaryono seusai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.

Sudaryono menyebut sejumlah kasus telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Namun, ia tidak memerinci lokasi ataupun perkara yang dimaksud.

BGN, kata dia, tidak akan ikut campur dalam penentuan tersangka. Seluruh proses diserahkan kepada penyidik yang menangani perkara di lapangan.

“Apakah ada yang tersangka atau tidak? Kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan,” imbuhnya.

Laporan gangguan kesehatan yang diduga terjadi setelah penerima manfaat mengonsumsi menu MBG sebelumnya muncul di sejumlah wilayah. Kasus tersebut antara lain dilaporkan di Sidoarjo, Jawa Timur; Agam, Sumatera Barat; dan Lasem, Jawa Tengah.

Menyusul rangkaian kejadian tersebut, BGN tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG. Pembenahan mencakup tata kelola, regulasi, hingga pengelolaan keuangan.

Sudaryono mengaku terpukul atas munculnya kasus gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan makanan dari program tersebut. Meski demikian, ia menegaskan BGN akan terus melakukan perbaikan.

“Tentu kami sangat terpukul sebetulnya, tapi kami tidak boleh menyerah. Insyaallah ini kami perbaiki semua tata kelolanya, aturannya, penataan keuangannya, dan lain sebagainya,” kata Sudaryono.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang