Kasus Bus ALS vs Truk Tangki di Jalinsum Naik Penyidikan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Kecelakaan Maut di Jalur Lintas Sumatera

Anton Medium.jpeg

Sabtu, 16 Mei 2026 – 05:36 WIB

Bangkai bus PO ALS yang terbakar di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, kabupaten Musi Rawas Utara Sumsel, Rabu (6/5/2026). (Foto: Antara)

Bangkai bus PO ALS yang terbakar di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, kabupaten Musi Rawas Utara Sumsel, Rabu (6/5/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Penyelidikan kasus kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di jalur lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kini telah naik ke tahap penyidikan. Dengan begitu, polisi dipastikan segera menetapkan tersangka atas kecelakaan yang mengakibatkan 16 orang tewas.

“Saat ini proses penanganan sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Wakapolda Sumsel Brigjen Rony Samtana, Jumat (15/5/2026).

Ia mengatakan proses penanganan dilakukan oleh tim penyelidik lalu lintas Polda Sumsel bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korps Lalu Lintas Polri untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, kecelakaan diduga terjadi saat pengemudi berupaya menghindari lubang di jalan.

“Dari hasil penyelidikan sementara berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ada, terjadinya kecelakaan ini akibat ‘driver’ atau pengemudi menghindari lubang yang ada di jalan,” ujarnya.

Ia mengatakan kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian kejadian sebelum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

Penetapan tersangka nantinya akan dilakukan melalui gelar perkara bersama jaksa penuntut umum. Serta, akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan terkait pemeriksaan kelaikan kendaraan dan perizinan bus ALS yang mengalami kecelakaan.

“Terkait kendaraan, apakah layak atau tidak layak, serta masalah perizinan, nanti akan kita komunikasikan dengan dinas perhubungan,” katanya.

Pihaknya juga masih mendalami penyebab munculnya api setelah benturan terjadi. Dugaan sementara sumber api berasal dari tangki kendaraan, namun titik awal kebakaran masih dianalisis lebih lanjut oleh tim TAA.

Terkait dengan data manifes penumpang sementara diperoleh dari keterangan saksi selamat bernama Fadli.

Berdasarkan keterangan tersebut, terdapat dua penumpang yang naik dari Pati, lima orang dari Semarang, tiga orang dari Tegal dan tiga orang dari Lampung.

Selain itu, kepolisian juga masih melakukan identifikasi terhadap tiga jenazah yang belum teridentifikasi.

Polisi turut mendalami data penumpang untuk mencocokkan identitas korban dengan manifes perjalanan.

Proses identifikasi dilakukan bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan metode ilmiah, termasuk tes DNA dan data pendukung lainnya.

Kronologi

Sebelumnya, kecelakaan maut antara bus ALS vs truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara) Rabu (6/5/2026) siang, hingga menewaskan 16 orang dan empat lainnya mengalami luka bakar.

Bus ALS yang mengangkut 18 penumpang itu sedang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Pengemudi menghindari jalan berlubang, namun nahas bus justru masuk ke jalur berlawanan.

Dari arah berlawanan datang mobil tangki Seleraya. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari

Benturan keras tersebut memicu api hingga menghanguskan truk tangki. Pengemudi dan penumpang truk dilaporkan tewas terbakar di lokasi kejadian karena terjebak di dalam kabin yang terbakar.

Tak hanya itu, sopir bus ALS juga dinyatakan meninggal dunia bersama belasan penumpang lainnya.
10 Korban Tewas Teridentifikasi

Dari 16 korban meninggal dunia, 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sumsel, bersama Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri.

Berikut 10 daftar nama korban teridentifikasi:

1. Aryanto (49), sopir mobil tangki PT Seleraya, warga Lubuk Linggau.
2. Martono (48), penumpang mobil tangki PT Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
3. Alif (44), sopir Bus ALS, warga Jawa Tengah.
4. Saf (50), kernet Bus ALS, warga Medan.
5. Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan.
6. Relodo, penumpang Bus ALS.
7. Zulkifli, penumpang Bus ALS.
8. Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.
9. Rani, penumpang Bus ALS sekaligus istri Aldi Sulistiawan.
10. Bela, penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.

Sementara 4 korban luka hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara. Para korban mengalami luka bakar di antaranya,
1. Jumiatun (35) warga Pati
2. Ngadiono (44) warga Pati
3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31) warga Tegal
4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kernet Bus ALS asal Riau (luka ringan)
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang