Kampus Jangan Cuma Ajarkan Teori, Cetak Mahasiswa Jadi Entrepreneur Bukan Pencari Kerja

Reza Medium.jpeg

Minggu, 30 November 2025 – 11:21 WIB

Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam temu media terbatas di Kementerian UMKM RI, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Foto: Antara/Arnidhya Nur Zhafira)

Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam temu media terbatas di Kementerian UMKM RI, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Foto: Antara/Arnidhya Nur Zhafira)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendesak perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan mahasiswa. Langkah ini penting untuk menggenjot rasio wirausaha nasional yang masih tertinggal jauh dibanding negara maju.

“Kementerian UMKM terus mendorong pertumbuhan rasio kewirausahaan. Ukuran negara berkembang atau negara maju selalu ditandai oleh jumlah entrepreneur yang signifikan,” ujar Menteri Maman dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Maman bilang, rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di bawah 3,5 persen, sementara negara-negara maju rata-rata sudah menembus 8 persen ke atas.

Dia menegaskan, kampus harus menjadi pabrik bagi lahirnya generasi wirausaha muda yang mampu mengejar ketertinggalan tersebut.

Data SMERU menunjukkan 73 persen anak muda Indonesia memiliki minat kuat menjadi wirausaha. Maman menilai potensi sebesar ini harus ditangkap dan difasilitasi dalam ekosistem pendidikan tinggi agar dapat bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru.

Ia mengingatkan, para dosen di perguruan tinggi jangan lagi berorientasi mencetak pencari kerja, tetapi juga menjadi pusat lahirnya pencipta lapangan kerja.

Selain memperkuat kurikulum kewirausahaan, kampus juga didorong menanamkan pola pikir kreatif, analitis, serta kemampuan memecahkan masalah alih-alih sekadar menghafal materi.

“Semangat inilah yang ingin kita dorong di kampus, supaya lahir tenaga muda dan ahli muda yang memiliki kemandirian serta membangun semangat entrepreneurship,” katanya.

Maman juga menilai kampus perlu menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, pola pikir progresif, serta kesiapan menghadapi beragam tantangan masa depan.

Menurutnya, cara berpikir progresif akan membentuk pengusaha muda yang adaptif dan inovatif sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap percepatan ekonomi nasional.

“Mari kita merekonstruksi dan merenungkan kembali semangat sebagai pendidik, sekaligus membangun kembali semangat adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Ia optimistis rekonstruksi ekosistem pendidikan akan melahirkan generasi pengusaha muda dari kampus yang kelak menjadi agen perubahan bagi masyarakat, UMKM, dan pembangunan nasional.

Untuk memperkuat potensi tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis mulai dari peningkatan kapasitas SDM, pendampingan usaha, dukungan legalitas, akses pembiayaan, kemitraan dengan usaha besar, peningkatan mutu produk, hingga digitalisasi.

“Seluruh kebijakan tersebut dirancang untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi pengusaha UMKM,” ujarnya.
 

Topik
Komentar