Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI di Kementerian Sosial terasa berbeda saat siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta, Nazila Barqiah Harum membacakan puisi bertajuk ‘Kami pun Ingin Merdeka’.
Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, Nazila membacakan bait demi bait puisi dengan percaya diri di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta jajaran pejabat dan pegawai Kemensos yang hadir dalam Pembukaan Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
“Dahulu para pahlawan berjuang agar Indonesia merdeka. Hari ini, mari kita berjuang agar setiap anak Indonesia merasakan kemerdekaan!,” suara Nazila menggetarkan ruangan.
Di samping penampilan puisi, sejumlah siswa Sekolah Rakyat juga menampilkan paduan suara. Para pegawai Kemensos dari masing-masing unit kerja pun tidak mau kalah, mereka berlomba-lomba menampilkan yel-yel terbaik dalam suasana kemerdekaan ini.
Masing-masing pegawai mengenakan kaos berwarna hitam bertuliskan ‘Kemensos Hemat Layanan Hebat Tanpa Korupsi’, membawa atribut bernuansa merah-putih, bahkan ada yang menggunakan alat musik perkusi untuk membakar semangat saat yel-yel ditampilkan.
Mensos Gus Ipul menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk membangun semangat kebersamaan dan gotong royong dalam rangka mewujudkan berbagai program strategis yang dimandatkan kepada Kemensos.
“Jadi semangat dari perayaan ini adalah membangun sinergi kolaborasi antar unit kerja untuk supaya ke depan program-program kita bisa lebih efektif, dan di tingkat lapangan bisa dikolaborasikan tidak hanya antar unit kerja di lingkungan Kementerian Sosial, tapi juga dengan Kementerian, lembaga lain, serta pemerintah daerah,” kata Gus Ipul ditemui usai acara.
Dalam arahannya, Gus Ipul juga mengajak para pegawai Kemensos untuk senantiasa bertindak jujur dan terbuka dalam menjalankan tugas. “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita harus jujur, kita harus terbuka terhadap segala hal, termasuk tentang data-data kita yang kita miliki,” ujarnya.
Gus Ipul menekankan kepada jajarannya untuk tidak melakukan penyimpangan dan hal-hal yang melanggar ketentuan seperti mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya.
“Saya akan mengajak terus menerus ini, mengingatkan diri saya, Pak Wamen, Pak Sekjen, semuanya, jangan udah, jangan korupsi, udah lupakan kebiasaan lama, tinggalkan kebiasaan lama,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, Gus Ipul juga menyinggung terkait laporan kemiskinan yang menurun beberapa tahun terakhir. Menurutnya hal tersebut karena strategi Presiden Prabowo Subianto sudah mulai menampakkan hasil.
“Strateginya sudah mulai menampakkan hasil, apa itu? yaitu konsolidasi data. Sehingga bansos-bansos kita lebih tepat sasaran, efektif, dan itu bisa menurunkan kemiskinan,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Gus Ipul didampingi Wamensos Agus Jabo, Sekjen Kemensos Robben Rico, dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo secara simbolis membuka lomba HUT Ke-81 RI dengan bermain bulu tangkis.
Selain lomba bulu tangkis, para pegawai juga mengikuti berbagai lomba lain yang dilaksanakan di berbagai titik dan akan berlangsung beberapa hari ke depan. Lomba-lomba yang diselenggarakan seperti futsal, voli, sendok kelereng, balap karung, makan kerupuk, tenis meja, catur, lomba estafet, tarik tambang, dan lomba lainnya.
Berikut versi lengkap puisi yang dibacakan Nazila Barqiah Harum:
Kami pun Ingin Merdeka
Tujuh belas Agustus!
Bukan sekadar tanggal merah.
Bukan sekadar lomba.
Bukan sekadar bendera yang berkibar.
Ini adalah cerita
tentang mereka yang memilih berdiri
ketika bangsanya dipaksa berlutut!
Bung Karno!
Suaramu mengguncang dunia:
Indonesia harus berdiri di atas kakinya sendiri!
Bung Hatta!
Engkau mengajarkan,
kemerdekaan harus melahirkan keadilan!
Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari!
Dari pesantren, engkau kobarkan Resolusi Jihad.
Kyai bergerak!
Santri bangkit!
Rakyat berdiri mempertahankan negeri!
Pangeran Diponegoro!
Engkau naik ke pelana,
melawan ketidakadilan!
Jenderal Sudirman!
Tubuhmu boleh sakit,
tetapi perjuanganmu tidak pernah berhenti!
Cut Nyak Dien!
Pattimura!
Sultan Hasanuddin!
Dan masih banyak lagi…
Dari tanah yang berbeda,
dengan satu keberanian:
INDONESIA HARUS MERDEKA!
Hari ini,
kami tidak mengangkat bambu runcing.
Kami tidak bergerilya menembus hutan.
Kami adalah
anak-anak Sekolah Rakyat!
Perjuangan kami adalah belajar.
Musuh kami adalah kebodohan.
Yang ingin kami kalahkan adalah kemiskinan!
Kami mungkin datang
dari keluarga sederhana.
Tetapi kami percaya:
Kami berhak sekolah!
Kami berhak bermimpi!
Kami berhak punya masa depan!
Bapak-Ibu di Kementerian Sosial,
Terima kasih
karena telah menjaga mimpi kami.
Bapak Presiden Prabowo..
Terima kasih, karena telah peduli, membuka jalan bagi kami…
Dahulu para pahlawan berjuang
agar Indonesia merdeka.
Hari ini,
mari kita berjuang
agar setiap anak Indonesia
merasakan kemerdekaan!
Merdeka dari kebodohan!
Merdeka dari kemiskinan!
Merdeka dari rasa takut untuk bermimpi!
Merdeka….Merdeka….Merdeka….













