Pelatih kepala Juventus Luciano Spalletti dan pelatih kepala SS Lazio Maurizio Sarri sebelum pertandingan Serie A antara Juventus FC dan SS Lazio di stadion Juventus pada 8 Februari 2026 di Turin, Italia. (Foto: Marco Rosi – SS Lazio/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pertandingan sengit tersaji di Allianz Stadium, Minggu (8/2) malam, saat Juventus menjamu Lazio. Laga yang diwarnai drama empat gol ini berakhir imbang 2-2, sebuah hasil yang menyisakan perasaan campur aduk bagi kedua pelatih, Maurizio Sarri dan Luciano Spalletti.
Juventus, yang mendominasi permainan dengan total 33 tembakan, harus berjuang mati-matian untuk mengejar ketertinggalan dua gol dari tamunya yang datang dengan skuad pincang.
Lazio Mengejutkan, Juventus Membombardir
Datang sebagai underdog tanpa pilar utama seperti Mattia Zaccagni dan Luca Pellegrini, Lazio justru tampil efektif. Pasukan Maurizio Sarri unggul 2-0 lebih dulu lewat gol veteran Pedro dan Gustav Isaksen.
Namun, Juventus menolak menyerah. Tandukan Weston McKennie memperkecil ketertinggalan, sebelum akhirnya bek Pierre Kalulu mencetak gol penyeimbang dramatis dari jarak dekat di menit-menit akhir pertandingan.
Sarri: Antara Bangga dan Penyesalan
Maurizio Sarri mengaku perasaannya terbelah. Di satu sisi, satu poin di kandang Juventus adalah hasil positif, namun di sisi lain, ia menyesali kegagalan timnya “membunuh” pertandingan saat unggul.
“Jika kami memiliki penyesalan, itu adalah dalam 10 menit terakhir, kami memiliki dua peluang untuk menjadikan skor 3-1 dan tidak memanfaatkannya,” ujar Sarri kepada DAZN Italia.
“Jelas ada penyesalan kecil, tapi lebih dari segalanya saya pulang dengan pengetahuan bahwa anak-anak ini sulit dihancurkan,” tambahnya, sembari berharap ketegangan antara manajemen klub dan fans Lazio (yang memboikot laga kandang) segera berakhir.
Spalletti: Nikmati Tekanan!
Di kubu tuan rumah, Luciano Spalletti melihat hasil ini sebagai ujian karakter. Usai kekalahan menyakitkan dari Atalanta di Coppa Italia, Spalletti memuji respons anak asuhnya yang tidak panik meski tertinggal 0-2.
“Kami harus hidup dalam tekanan, itulah nikmatnya sepak bola… Karakter berarti ketika semuanya salah dan Anda membutuhkan kepala dingin untuk membuat pilihan,” kata Spalletti.
Spalletti juga membela para pemainnya dari kritik terkait kesalahan individu yang berujung gol lawan. Ia menekankan bahwa Juventus bermain agresif dan risiko kesalahan adalah bagian dari proses.
“Mempercepat tempo bukan berarti menjadi kacau balau (chaotic),” tegas eks pelatih Timnas Italia itu.
Insiden Pemanasan
Juventus juga mengalami nasib sial sebelum laga dimulai. Winger lincah Francisco Conceicao mengalami cedera saat pemanasan, memaksa Spalletti memasukkan Edon Zhegrova secara mendadak ke dalam skuad.
Rangkuman Pertandingan
Skor Akhir: Juventus 2-2 Lazio
Pencetak Gol Lazio: Pedro, Gustav Isaksen.
Pencetak Gol Juventus: Weston McKennie, Pierre Kalulu.
Statistik Kunci: Juventus (33 Tembakan) vs Lazio (8 Tembakan).
Momen Kunci: Penyelamatan satu poin oleh Pierre Kalulu di menit akhir.













