Sutradara Joseph Kosinski mengakui proses produksi film “F1” sebagai salah satu keputusan paling berisiko yang pernah ia ambil. Film balap yang dibintangi Brad Pitt tersebut memang tidak dibuat dengan cara konvensional. Hampir seluruh adegan balapan direkam langsung di sirkuit Formula 1 saat ajang Grand Prix resmi berlangsung.
“Melihat ke belakang, saya berpikir, ‘Tuhan, itu cukup nekat’,” ujar Kosinski saat menghadiri diskusi pascapemutaran film “F1: The Movie”, dikutip dari pernyataannya di hadapan audiens.
Kosinski menjelaskan, keterbatasan waktu menjadi tantangan terbesar. Berbeda dengan produksi film pada umumnya yang memungkinkan pengambilan gambar berjam-jam, tim produksi F1 hanya memiliki waktu beberapa menit di sela-sela jadwal balapan.
“Biasanya saat syuting satu adegan, kita punya berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Tapi karena kami syuting langsung saat Grand Prix berlangsung, sering kali kami hanya diberi waktu beberapa menit,” kata Kosinski.
Ia mencontohkan adegan pembuka di Sirkuit Silverstone yang direkam dengan kondisi sangat terbatas. “Saya bilang ke Brad dan Damson, ‘Kita beruntung kalau dapat tiga kali pengambilan gambar.’ Bahkan, kami merekam tiga adegan sekaligus hanya dalam waktu sekitar 15 menit,” ujarnya.
Keputusan untuk melakukan syuting langsung di lintasan balap nyata memberi efek realisme yang kuat. Brad Pitt dan Damson Idris tidak hanya berakting, tetapi benar-benar mengemudikan mobil balap dengan kecepatan tinggi. Untuk memastikan keselamatan dan kemampuan teknis, keduanya menjalani latihan intensif selama empat bulan.
“Brad Pitt dan Damson berlatih selama empat bulan dengan Lewis Hamilton yang mengawasi langsung agar mereka benar-benar bisa mengendarai mobil ini,” kata produser Jerry Bruckheimer.
“Apa yang Anda lihat di film bukan efek visual. Mereka benar-benar mengemudi dan mempertaruhkan nyawa demi keaslian film ini,” lanjutnya.
Sebagai pembalap Formula 1 sekaligus produser, Lewis Hamilton juga menyoroti inovasi teknologi yang dikembangkan Apple Studios untuk kebutuhan film ini. Menurutnya, kamera khusus yang dipasang di mobil mampu menghasilkan sudut pandang yang belum pernah ada sebelumnya.
“Rekaman dari mobil-mobil ini bahkan lebih baik daripada yang biasa Anda lihat di siaran Formula 1,” ujar Hamilton. “Saya yakin suatu saat Formula 1 akan tertarik menggunakan teknologi serupa, meski saat ini perangkatnya masih terlalu berat.”
Meski sarat adegan ekstrem, film ini tidak hanya bertumpu pada aksi. Brad Pitt menegaskan bahwa inti cerita tetap pada emosi dan makna balapan itu sendiri.
“Bukan soal menang semata, tetapi tentang kemurnian perasaan saat berada di lintasan. Ada momen kebahagiaan murni yang membuat Anda sepenuhnya hadir tanpa ragu,” kata Pitt.
Film “F1” dirilis Warner Bros. pada 27 Juni dan meraih pendapatan global lebih dari 628 juta dolar AS. Film ini dijadwalkan mulai tayang di Apple TV pada 12 Desember mendatang.













