Jessica Mila Dihujat Gegara Liburan ke Pulau Padar, Begini Klarifikasinya

Liburan Jessica Mila bersama sang suami, Yakup Hasibuan, dan putri mereka, Kyarra, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak menjadi bahan perbincangan.

Momen liburan keluarga kecil mereka dan rombongan lainnya awalnya terlihat seperti perjalanan biasa. Namun banyak warganet menilai ada kejanggalan terkait kunjungan mereka ke Pulau Padar.

Pasalnya, pada periode tersebut otoritas setempat tengah memberlakukan pembatasan pelayaran wisata menuju sejumlah destinasi, termasuk Pulau Padar dan Pulau Komodo, akibat kondisi cuaca yang dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo diketahui memberlakukan pembatasan pelayaran wisata menyusul kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Liburan ke Pulau Padar Dipertanyakan

Tak sedikit yang mempertanyakan bagaimana keluarga tersebut bisa tetap mengakses kawasan wisata tersebut ketika pelayaran sedang dibatasi.

Salah satu komentar bahkan menuding keluarga artis mendapat perlakuan berbeda dibandingkan wisatawan lainnya.

“Sadis @jscmila. Para keluarga artis bebas ke Pulau Padar seolah-olah pulau pribadi. Ribuan tamu terbengkalai, mereka malah dapat akses masuk,” tulis akun Threads @_donbosco18.

Komentar tersebut kemudian ikut membuat nama Jessica Mila menjadi sorotan di media sosial.

Jessica Mila Beri Penjelasan

Tak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi kesalahpahaman, Jessica Mila akhirnya memberikan penjelasan melalui akun media sosialnya, baik di Threads maupun Instagram.

Jessica menegaskan bahwa dirinya dan keluarga selalu menempatkan keamanan sebagai prioritas, terlebih dalam perjalanan tersebut ia membawa putrinya, Kyarra, serta anak-anak lain yang ikut dalam rombongan.

Menurut Jessica, keputusan terkait rute dan keselamatan selama perjalanan sepenuhnya berada di tangan kapten kapal.

Ia juga mengaku tidak pernah mendapat informasi dari kapten mengenai adanya larangan berlayar menuju Pulau Padar ketika perjalanan dilakukan. Kondisi cuaca yang menurutnya relatif baik serta adanya kapal dan wisatawan lain di kawasan tersebut juga membuat dirinya tidak menaruh kecurigaan.

“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal TIDAK ada pemberitahuan dari Captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar, dan kami pun tidak ada kecurigaan sama sekali sepanjang perjalanan karena ada banyak kapal-kapal lain dan turis-turis lain yang bersandar dan naik ke Pulau Padar pada hari itu dan cuaca relatif baik,” tulisnya.

Jessica menegaskan, jika sejak awal mengetahui adanya larangan berlayar karena kondisi cuaca, ia dan keluarga tentu tidak akan mengambil risiko.

Tak Pernah Sengaja Langgar Larangan

Jessica juga mengaku memahami kekecewaan wisatawan maupun agen perjalanan yang harus menunda pelayaran akibat adanya surat edaran terkait kondisi cuaca.

Namun, ia membantah keras tudingan bahwa dirinya sudah mengetahui adanya surat edaran tersebut tetapi tetap memaksakan diri untuk berangkat.

Jessica menyebut tudingan tersebut tidak benar dan menilai dirinya telah difitnah jika dianggap sengaja mengabaikan aturan yang berlaku.

“TIDAK BENAR dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksakan kehendak untuk tetap berangkat,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas wisata di Labuan Bajo.

“Jadi, mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders khususnya para Captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak,” paparnya.

Ia pun menutup klarifikasinya dengan mendoakan agar seluruh wisatawan tetap aman selama melakukan perjalanan.