Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan kesiapan militer negaranya di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat situasi kawasan masih diliputi ketegangan, meskipun jalur diplomasi belum sepenuhnya ditutup.
“Kami tidak mempercayai musuh. Bahkan sekarang, saat kami duduk di sini, perang bisa saja pecah. Angkatan bersenjata kami berada dalam kesiapan tempur penuh di lapangan,” kata Ghalibaf seperti dikutip Press TV.
Ia menekankan bahwa upaya perundingan yang sedang berjalan tidak akan membuat Iran lengah dalam menjaga pertahanan. Menurutnya, kesiapan militer tetap menjadi prioritas utama.
“Kami tidak percaya bahwa karena kami sedang bernegosiasi, maka angkatan bersenjata tidak siap. Sebaliknya, seperti halnya orang-orang di jalanan, angkatan bersenjata kami juga siap,” kata Ghalibaf.
Di sisi lain, perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran masih belum menunjukkan titik terang. Media Pakistan Geo TV sebelumnya melaporkan rencana digelarnya putaran kedua pembicaraan antara kedua negara di Islamabad pada akhir pekan mendatang.
Namun, rangkaian dialog yang telah berlangsung sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan konkret. Upaya meredakan konflik pun berjalan tersendat di tengah dinamika situasi di lapangan.
Sebagaimana diketahui, eskalasi konflik meningkat setelah serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari lalu yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Ketegangan tersebut sempat mereda setelah diumumkannya gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April.
Meski demikian, perundingan yang berlangsung di Islamabad dilaporkan berakhir tanpa hasil. Tidak adanya kesepakatan membuat ketidakpastian tetap tinggi, meskipun belum ada pengumuman resmi terkait dimulainya kembali serangan.
Di tengah kondisi tersebut, Amerika Serikat disebut telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Langkah ini dinilai semakin memperumit situasi dan mendorong berbagai pihak untuk kembali mengupayakan perundingan lanjutan.
Para mediator kini berupaya membuka kembali jalur dialog guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.










