Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir merespons kabar mencuatnya nama pelatih Giovanni van Bronckhorst sebagai kandidat juru racik Timnas Indonesia.
Rumor mengenai asisten pelatih Arne Slot di Liverpool itu beredar bersamaan dengan sejumlah nama lain seperti Timur Kapadze, Jesus Casas, hingga Heimir Hallgrimsson.
Erick yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI itu memilih berhati-hati menanggapi.
Ia tidak membenarkan maupun membantah apakah nama-nama tersebut, termasuk van Bronckhorst, benar menjadi kandidat serius PSSI.
“Belum tahu,” jawab Erick saat disinggung langsung soal Giovanni van Bronckhorst, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Ketika ditanya apakah proses seleksi sudah mengerucut ke satu atau dua nama, Erick lagi-lagi menjawab singkat, dan menegaskan semuanya masih berjalan. “Belum. Nanti ada prosesnya,” ucap Erick.
Erick juga tidak memberikan jawaban pasti saat ditanya apakah kandidat kuat berasal dari Belanda. “Belum,” katanya.
Lebih jauh, sosok yang akrab disapa Etho itu memastikan pemilihan pelatih kepala Timnas Indonesia akan sepenuhnya melalui mekanisme federasi.
Ia menyebut proses saat ini masih berjalan, melibatkan para anggota Komite Eksekutif (Exco). Etho juga masih akan menunggu hasil wawancara yang dilakukan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji dan Direktur Teknik (Dirtek) Alexander Zwiers.
“Kalau pelatih untuk Tim Nasional kita berikan waktu untuk Exco, ataupun semua, untuk melihat siapa yang nanti hasil interview,” terangnya.
Masih kata Etho, menurut dia PSSI tidak perlu tergesa-gesa lantaran agenda Timnas selanjutnya atau FIFA Matchday terdekat masih akan berlangsung pada Maret tahun depan.
“Dan kami tidak perlu buru-buru karena memang kan yang namanya ke depan itu nanti baru bulan Maret,” ujarnya.
Sementara itu sebelumnya, pengamat sepak bola nasional Anton Sanjoyo atau Bung Joy meminta PSSI tidak mengulangi kesalahan saat merekrut Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Ia menegaskan PSSI harus menjalankan mekanisme yang benar dengan proses seleksi ketat, termasuk mewajibkan setiap kandidat pelatih memaparkan presentasi.
Menurut Bung Joy, pelatih anyar nanti akan menghadapi banyak tantangan sekaligus kendala, salah satunya menyatukan para pemain yang 80 persennya berkarier di Eropa dan berasal dari klub berbeda-beda.
“Nah kalau kita ambil ke depannya, pelatih itu harus mampu menyelesaikan semua constraint yang ada seperti banyaknya pemain naturalisasi yang bermain di Eropa, dan ada di tim yang berbeda-beda,” kata Bung Joy saat dihubungi Inilah.com, Selasa (25/11/2025).
“Lalu waktu persiapan yang kadang terlalu mepet, karena FIFA Matchday mungkin hanya tiga hari bersih bersama. Punya format yang jelas, tidak seperti Kluivert yang setiap laga punya formasi dan komposisi pemain-pemain yang beda setiap laga. Jadi constraint-nya banyak,” ujarnya lagi.
Bung Joy menyadari setiap pelatih pasti memiliki kekurangannya masing-masing, tidak ada yang benar-benar sempurna.
Namun, menurut dia, pelatih terpilih setidaknya harus memiliki nilai tawar yang jelas, terutama kemampuan memberikan solusi atas berbagai tantangan yang ada.










