Ini Alasan John Herdman Mau Melatih Timnas Indonesia

Haris Medium.jpeg

Minggu, 4 Januari 2026 – 18:10 WIB

John Herdman masuk bursa kandidat pelatih Timnas Indonesia (Foto: Instagram/@canadasoccer).

John Herdman masuk bursa kandidat pelatih Timnas Indonesia (Foto: Instagram/@canadasoccer).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PSSI mengungkap alasan John Herdman bersedia menukangi Timnas Indonesia, melanjutkan tongkat estafet kepelatihan yang sebelumnya dipegang Patrick Kluivert.

Federasi menilai, kehadiran Herdman sebagai nahkoda anyar Skuad Garuda bukan semata-mata soal kapasitas teknis kepelatihan.

Lebih dari itu, Herdman dipandang sebagai sosok dengan perjalanan hidup yang inspiratif, yang secara sadar memilih Indonesia sebagai babak baru dalam perjalanan karier dan batinnya.

PSSI menyebut, keputusan Herdman menerima pinangan Indonesia bersifat sangat personal. Di tengah banyaknya tawaran dari negara lain, termasuk dari kawasan CONCACAF, pelatih asal Inggris tersebut justru memilih tantangan di Asia Tenggara.

Pilihan itu, menurut PSSI, menunjukkan bahwa Herdman tidak sekadar mengejar kesuksesan di atas lapangan.

“Ia mencari proyek jangka panjang yang memiliki dampak sosial dan budaya yang lebih luas. Dia melihat, Timnas Indonesia adalah kanvas untuk membangun warisan, sebagaimana yang pernah ia torehkan bersama Kanada,” tulis keterangan resmi PSSI, Minggu (4/1/2026).

PSSI melanjutkan, pelatih berusia 50 tahun itu datang ke Indonesia dengan rasa hormat yang mendalam terhadap budaya sepak bola lokal.

John Herdman dikenal sebagai arsitek yang mampu menyelaraskan program pengembangan bakat regional dan nasional, menciptakan konsep ‘One Team’ dari akar rumput hingga tim senior.

“Pendekatan ini sangat relevan bagi Indonesia, yang memiliki keragaman budaya dan talenta yang melimpah,” lanjut keterangan PSSI

Federasi melihat filosofi yang dibawa Herdman adalah membangun ‘Brotherhood’ yang kuat. Artinya setiap pemain, dari yang naturalisasi hingga yang lokal, merasa aman, dihargai, dan memiliki tujuan yang sama.

“Tentu hal ini akan menciptakan identitas Garuda yang baru, tangguh secara taktik dan tidak terkalahkan dalam semangat,” beber PSSI.

Perjalanan hidup Herdman memang diwarnai tantangan, yang ia sendiri gambarkan sebagai fondasi dari filosofi kepelatihannya, yakni membangun ketahanan, kepercayaan, dan persaudaraan.

Herdman memulai karier kepelatihannya dari nol, mengajar paruh waktu sambil melatih tim-tim muda. Ia meninggalkan tanah kelahirannya menuju Selandia Baru pada tahun 2001, membawa serta istrinya, Clare, kekasih masa kecilnya yang telah mendampinginya sejak usia 16 tahun.

Dukungan keluargatermasuk kedua anaknya, Lilly dan Jay adalah jangkar yang memungkinkannya menjadi satu-satunya pelatih dalam sejarah yang memimpin tim nasional pria dan wanita ke Piala Dunia FIFA.

“Untuk itu, PSSI mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para netizen dan suporter setia Skuad Garuda, untuk menyambut John Herdman dan keluarganya,” ucap PSSI.

“Mari kita dukung perjalanan transformatif ini, yang bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang kisah inspiratif seorang pria yang memilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk mewujudkan mimpi besar bangsa Indonesia,” tandasnya.