Presiden Prabowo Subianto turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan setelah ribuan titik panas terdeteksi di sejumlah provinsi.
Pada Sabtu (22/8/2026), Prabowo bertolak ke Kalimantan Barat dan tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Kepala Negara langsung menggelar rapat terbatas bersama jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, hingga unsur penanggulangan bencana untuk mendapatkan laporan terbaru mengenai kondisi karhutla.
Data pemantauan Satelit NOAA-20 yang disampaikan BNPB sebelumnya mencatat 1.487 hotspot di wilayah Kalimantan. Konsentrasi titik panas terbesar terpantau di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, menjadikan kedua provinsi tersebut sebagai fokus utama pengendalian kebakaran.
Setelah memimpin rapat di Kalimantan Barat, Prabowo bahkan mendatangi langsung salah satu lokasi terdampak karhutla di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, untuk melihat kondisi lahan terbakar sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal. Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk kembali memimpin koordinasi penanganan karhutla.













