Indonesia Masters 2026: Anthony Ginting Tarik Diri Jelang Lawan Jason Teh

Haris Medium.jpeg

Kamis, 22 Januari 2026 – 17:59 WIB

Anthony Sinisuka Ginting merupakan juara Indonesia Masters 2020 setelah mengalahkan Anders Antonsen (Denmark). (Foto: PBSI)

Anthony Sinisuka Ginting merupakan juara Indonesia Masters 2020 setelah mengalahkan Anders Antonsen (Denmark). (Foto: PBSI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting memilih mundur pada babak kedua Indonesia Masters 2026 karena mengalami masalah pada bagian pinggang. Keputusan itu diambil jelang tampil pada babak 16 besar di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Ginting sejatinya dijadwalkan menghadapi wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh. Namun, kondisi fisiknya dinilai tidak memungkinkan untuk bertanding, sehingga tim pelatih memutuskan tidak mengambil risiko yang lebih besar.

Pelatih tunggal putra Indonesia, Indra Wijaya, mengungkapkan keputusan tersebut diambil dalam situasi mendesak. Menurut Indra, Ginting masih berusaha untuk tetap bermain dan bahkan menjalani latihan serta proses pemantauan hingga beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.

“Jadi sebenarnya dia mau main. Kami udah tahan tadi sampai pemanasan. Tadi malam juga kami pantau terus sampai pagi, pemulihannya seperti apa. Sampai tadi pemanasan. Biasanya kami tambahin, kemungkinan ada yang berkurang. Ternyata tidak. Makanya kami last minit (memutuskan mundur),” ujar Indra.

Indra menjelaskan keluhan pada pinggang dirasakan Ginting pada Rabu (21/1/2026) malam, setelah ia menyelesaikan laga babak pertama. Tim kemudian berupaya melakukan pemulihan dengan dukungan tim fisioterapis PBSI, termasuk terapi sejak pagi hingga menjelang pertandingan.

“Kami sudah usahakan dengan tim fisio PBSI, yang terbaik untuk dia, usahakan untuk recovery siang hari ini. Sampai pagi tadi pun kita masih usahakan untuk dia diterapi fisio gitu ya,” kata Indra.

Namun, kondisi itu tidak membaik setelah pemanasan. Tim menilai rasa sakit tersebut berisiko mengganggu pergerakan dan meningkatkan potensi cedera bila dipaksakan.

“Ternyata selesai pemanasan tadi, rasanya enggak memungkinkan untuk main. Jadi, kita memutuskan untuk saya putuskan untuk ditarik Ginting dari babak kedua ini,” ujarnya.

Pengunduran diri ini terjadi saat Ginting sedang menjalani rangkaian comeback di Istora. Pemain yang kini berada di peringkat 74 dunia itu harus memulai turnamen BWF Super 500 tersebut dari fase kualifikasi. Pada tahap tersebut, Ginting mencatat kemenangan meyakinkan atas wakil Thailand Kantaphon Wangcharoen dengan skor 21-12, 21-7.

Ginting kemudian melanjutkan laju ke babak pertama dan menjalani laga berat melawan wakil Belgia Julian Carragi. Bermain di hadapan publik Istora pada Rabu (21/1/2026), ia sempat kehilangan gim pertama 12-21, tetapi bangkit dan menuntaskan pertandingan lewat tiga gim 12-21, 21-15, 21-10 dalam durasi satu jam.

Dengan kondisi pinggang yang tidak memungkinkan, langkah Ginting di Indonesia Masters 2026 pun harus terhenti. Tim pelatih kini memprioritaskan pemulihan agar cedera tidak berkembang lebih serius dan Ginting dapat kembali menyiapkan diri untuk agenda turnamen berikutnya.