Ekonom Yanuar Rizky. (Foto: Tangkapan layar/YouTube/@inilah_com).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berujung trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak bisa dilepaskan dari pernyataan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Penyedia layanan indeks global itu mengerek sentimen negatif lewat isu investability pasar modal Indonesia.
Ekonomi Yanuar Rizky menyebut, MSCI sebenarnya sudah lama tahu soal persoalan free float dan struktur kepemilikan saham di Tanah Air. Tapi ia mempertanyakan kenapa isu itu baru dilempar ke publik saat IHSG sedang limbung.
“MSCI hanya riset, dia tidak mempunyai fungsi trading. Nah sekarang siapa pemegang di atas 5 persen MSCI? Pemegang di atas 5 persen, sekitar 8 persen yang megang (adalah) Vanguard. Itu adalah hedge fund. Di bawahnya BlackRock (juga hedge fund). Terus ada beberapa hedge fund lagi. Jadi ada yang di atas 5 persen sekitar 7 hedge fund,” kata Yanuar dalam sebuah siniar, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Menurut Yanuar, MSCI hidup dari penjualan riset ke investor institusional dan hedge fund global. Karena itu, laporan MSCI bisa menjadi alat legitimasi tekanan pasar.
“Kenapa hedge fund masuk ke emerging market yang isunya banyak, yang otoritasnya lemah di Indonesia? Karena dia tahu otoritas di sini mana berani sama gue? Jadi artinya saya ingin mengatakan jangan jadi serigala berbulu domba lah,” tegasnya.
MSCI sebelumnya menyampaikan kekhawatiran soal rendahnya investability pasar saham Indonesia, mulai dari tipisnya free float, likuiditas yang terbatas, konsentrasi kepemilikan saham, hingga inkonsistensi regulasi.
Isu itu langsung dibaca pasar sebagai sinyal buruk. Aksi jual di saham-saham berkapitalisasi besar tak terhindarkan. IHSG pun terjun, memaksa BEI mengaktifkan trading halt demi menahan kepanikan.
Lebih jauh Yanuar menyebut situasi global saat ini mirip era 1980-an, ketika perang ekonomi jadi alat tekan antarnegara. Karena itu, ia mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tak meremehkan permainan hedge fund di pasar keuangan nasional.
“Dengan masuknya Indonesia ke Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump, dan sikap tegas Indonesia soal Israel, kesan saya Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan ‘kita dibantu, jangan dihantam’,” pungkas Yanuar.














