Kemendag pastikan tidak akan ada kenaikan HET MinyaKita hingga Lebaran nanti. (Foto: Inilah.com/Agus Priatna)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan mengapresiasi keputusan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita senilai Rp15.700 per liter.
“Kami mengapresiasi keputusan pemerintah yang memutuskan tidak menaikkan HET MinyaKita. Keputusan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang digunakan hampir setiap hari oleh rumah tangga maupun pelaku usaha kecil,” ujar Nasim di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Nasim menilai, keputusan menahan HET MinyaKita sangat membantu menjaga daya beli masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan justru pedih bagi rakyat. Karena MinyaKita di banyak daerah dijual dengan harga Rp20.000 per liter.
“Jika HET dinaikkan, maka harga di tingkat konsumen berpotensi ikut meningkat. Padahal saat HET masih Rp15.700 per liter saja, masyarakat masih sering menemukan MinyaKita dijual hingga Rp20.000 per liter. Karena itu, keputusan tidak menaikkan HET merupakan kabar baik yang dapat membantu menahan beban pengeluaran masyarakat,” kata Nasim.
Suka atau tidak, lanjutnya, migor merupakan komponen penting dalam kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kenaikan harga minyak goreng tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner yang sangat bergantung pada minyak goreng dalam proses produksi.
Jika harga MinyaKita naik, lanjutnya, biaya produksi UMKM akan meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual produk, yang pada akhirnya dapat menurunkan daya beli konsumen dan mengurangi omzet usaha.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Jangan sampai mereka harus menanggung tambahan biaya produksi akibat kenaikan harga bahan pokok yang sebenarnya masih bisa dikendalikan. Keputusan mempertahankan HET MinyaKita akan membantu menjaga keberlangsungan usaha mereka sekaligus menahan laju kenaikan harga pangan di tingkat konsumen,” tegasnya.
Meski demikian, Nasim menekankan bahwa keputusan mempertahankan HET harus diikuti dengan penguatan pengawasan distribusi dan jaminan ketersediaan pasokan di pasar. Menurutnya, harga yang terjangkau tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila barang sulit ditemukan atau dijual di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Legislator asal Jawa Timur (Jatim) itu, meminta pemerintah bersama aparat penegak hukum (APH) menindak tegas praktik penimbunan, penyalahgunaan distribusi, maupun spekulan yang mengambil keuntungan dari selisih harga MinyaKita.
“Jika ada penyimpangan MinyaKita, yang rugi rakyat. Jadi, pemerintah harus memastikan penyaluran MinyaKita tepat sasaran dan tersedia dalam jumlah cukup. Pengawasan harus diperketat, sehingga tidak ada ruang untuk penyelewengan barang,” ujarnya.
Sebelumnya, Mendag Budi memutuskan untuk menahan HET minyak goreng rakyat merek MinyaKita, tidak naik. Meski sebelumnya sempat muncul rencana penyesuaian harga.
“Belum ada keputusan untuk menaikkan harga MinyaKita, karena sejumlah syarat yang menjadi dasar penyesuaian harga belum terpenuhi,” imbuhnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










