Pengusaha asal Kalimantan, Samsudin Andi Arsyad (baju putih memegang map merah) yang akrab disapa Haji Isam resmi mengakuisisi 21 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). (Foto: Dok. Jhonline Grup).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keputusan pengusaha asal Kalimantan, H Samsudin Andi Arsyad yang akrab disapa Haji Isam, mengakuisisi 21 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menambah daftar panjang pengusaha nasional yang terjun ke bisnis nikel.
Masuknya Haji Isam, menjadi angin segar bagi implementasi hilirisasi nikel di Indonesia. Ke depan, bisnis nikel nasional diproyeksikan semakin prospektif seiring pesatnya pertumbuhan industri kendaraan listrik, atau electric vehicle (EV) global yang mendorong lonjakan kebutuhan baterai berbahan baku nikel.
“Hal positif dari masuknya Haji Isam sebagai investor besar di saham PACK adalah adanya dukungan modal, peluang ekspansi, serta kolaborasi dengan sister company atau perusahaan-perusahaan milik Haji Isam,” ujar Senior Technical Analyst Institutional Division Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih, di Jakarta, dikutip Minggu (17/5/2026).
Menurut dia, langkah tersebut juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia, khususnya sektor nikel yang kini memegang peran penting dalam ekosistem kendaraan listrik global.
Alfatih menilai langkah bisnis Haji Isam tentu dilakukan berdasarkan kajian dan pertimbangan yang matang. Selama ini, pengusaha yang dikenal low profile dan dermawan itu sukses mengembangkan bisnis di sektor logistik, energi, hingga perkebunan sawit melalui Jhonlin Group.
“Dengan kelengkapan usaha milik Haji Isam, semuanya bisa saling bersinergi. Misalnya dia punya logistik, pelabuhan, dan lain-lain, sehingga bisa semakin efisien jika terintegrasi. Maka masa depan bisnisnya semakin pasti,” imbuhnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Haji Isam memborong 6,83 miliar saham PACK atau setara 21,12 persen pada Rabu (13/5/2026).
Transaksi tersebut dilakukan saat harga saham PACK berada di level Rp137 per saham sehingga nilai transaksinya diperkirakan mencapai Rp936,65 miliar.
Aksi korporasi itu langsung menyedot perhatian pelaku pasar. Kehadiran Haji Isam menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan saham PACK hingga 9,86 persen ke level Rp312 per lembar saham.
Di sisi lain, aktivitas perdagangan saham PACK juga tercatat sangat tinggi dengan volume transaksi mencapai 645,12 juta saham. Nilai transaksinya mencapai Rp196,78 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 18.811 kali.
Fenomena masuknya pengusaha besar nasional ke sektor nikel dinilai menunjukkan prospek industri hilirisasi mineral di Indonesia masih sangat menjanjikan. Selain didorong permintaan global terhadap baterai kendaraan listrik, sektor ini juga terus mendapat dukungan kebijakan pemerintah melalui program hilirisasi industri.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










