Gencatan Senjata Cuma di Atas Kertas! Israel Terus Hujani Gaza dengan Bom dan Artileri

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 27 Desember 2025 – 22:22 WIB

Asap mengepul setelah ledakan dari serangan udara Israel di Beth Lahiya, Jalur Gaza utara, Rabu (24/12/2025). (Foto: AFP/Bashar Taleb)

Asap mengepul setelah ledakan dari serangan udara Israel di Beth Lahiya, Jalur Gaza utara, Rabu (24/12/2025). (Foto: AFP/Bashar Taleb)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Perjanjian gencatan senjata yang seharusnya menjadi napas lega bagi warga Palestina di Jalur Gaza tampaknya hanya menjadi ‘macan kertas’. Pasukan penjajah Israel dilaporkan terus melanggar kesepakatan tersebut dengan melancarkan serangan udara, artileri, hingga tembakan dari kapal perang ke berbagai titik padat penduduk.

Berdasarkan laporan koresponden WAFA, Sabtu (27/12/2025) pagi waktu setempat, eskalasi justru meningkat saat kapal angkatan laut Israel melepaskan tembakan membabi buta ke arah garis pantai barat Gaza City. Serangan ini memicu ketakutan luar biasa bagi warga yang mencoba mencari perlindungan di sepanjang pesisir.

Gempuran dari Langit dan Laut

Tak hanya dari laut, pesawat tempur Zionis terus meraung di langit Gaza. Wilayah Zeitoun dan Tuffah di Gaza City menjadi sasaran penghancuran bangunan secara sistematis. Serangan serupa juga menyasar pusat kantong pengungsian di kamp Maghazi dan Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah.

Padahal, wilayah-wilayah tersebut merupakan titik konsentrasi pengungsi yang kehilangan tempat tinggal. Di selatan, pesawat tempur Israel juga meluncurkan rudal-rudalnya ke wilayah timur Kota Khan Younis, memperluas jangkauan kehancuran hingga ke perbatasan.

Ratusan Jiwa Melayang Pasca-Kesepakatan

Ironisnya, kekejaman ini terjadi di tengah klaim dunia internasional mengenai adanya perjanjian gencatan senjata yang disepakati sejak 11 Oktober lalu. Namun fakta di lapangan berbicara lain. Data menunjukkan bahwa sejak kesepakatan itu diteken, jumlah warga Palestina yang tewas justru terus membengkak hingga mencapai 410 jiwa.

Selain korban tewas, sebanyak 1.134 orang dilaporkan menderita luka-luka, dan petugas medis berhasil menemukan 649 jasad yang terkubur dalam serangan-serangan terbaru. Namun, angka ini diyakini hanyalah ‘puncak gunung es’.

Ribuan Korban Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan

Situasi kemanusiaan kian mencekam lantaran ribuan korban lainnya diperkirakan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang luluh lantak. 

Tim ambulans dan pertahanan sipil menghadapi hambatan besar akibat blokade dan serangan yang terus berlangsung, sehingga proses evakuasi di jalan-jalan utama pun sulit dilakukan.

Dunia internasional kini menanti ketegasan pihak-pihak terkait untuk memastikan Israel menghormati hukum internasional dan menghentikan pembantaian yang jelas-jelas mencederai semangat perdamaian tersebut.