Ekonom Senior: Bandara IMIP Pertanda Kedaulatan Negara Era Jokowi Diambil Alih China

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 30 November 2025 – 06:09 WIB

Papan nama Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah. (Foto: Tm/Dailynotif.com)

Papan nama Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah. (Foto: Tm/Dailynotif.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Terungkapnya bandara khusus milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), kawasan industri terintegrasi yang fokus pengolahan nikel, menunjukkan lumpuhnya kedaulatan negara. Bandara ini bak bentangan karpet merah bagi masuknya pekerja China ke IMIP.

“Bandara IMIP kan bandara khusus, melayani penerbanan domestik. Jadi tak perlu Bea Cukai maupun Imigrasi. Persoalannya, bagaimana dengan masuknya pekerja China lewat imigrasi yang berada di Cengkareng? Di sini terjawab, era Jokowi begitu leluasa pekerja asal China masuk. Sejak itu, kedaulatan negara sudah tidak ada lagi,” papar pengamat ekonomi politik senior, Ichsanuddin Noorsy di Jakarta, dikutip Sabtu (29/11/2025).

Masalahnya, lanjut Noorsy, pekerja China yang deras masuk lewat Bandara IMIP, bisa jadi sudah memiliki bekal militer. Karena, rakyat China banyak yang ikut wajib militer alias wamil. Belum lagi, peluang masuknya peralatan militer lewat Bandara IMIP, cukup terbuka.

“Apakah pekerja asal China yang masuk ke Indonesia dibekali dengan Kartu Izin Tenaga Kerja Asing atau Kitas? Ingat pasal 27 ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan dan layak. Tapi, era Jokowi, pemerintah malah bebaskan pekerja asing,” tandasnya.

Masih kata Noorsy, pengelola Bandara IMIP adalah swasta, bukan institusi negara atau BUMN. Artinya, negara tidak bisa mengakses air traffic control atau menara pengawas lalu lintas pesawat di bandara tersebut. “Karena saat itu (Jokowi), negara lebih tunduk kepada invasi modal. Ini tidak beda dengan makar,” tandasnya.

Sebelumnya, publik dibikin heboh keberadaan Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Bukan karena nama bandaranya yang tak lazim atau sulit diingat. Tapi memang banyak yang aneh dari bandara ini.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, misalnya, mengaku heran dengan Bandara IIMIP yang dikunjunginya saat meninjau latihan TNI pada 19 November 2025. Lantaran, bandara tersebut tidak memiliki kehadiran Bea Cukai maupun Imigrasi.

Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H Kurniawan punya perasaan sama karena Bandara IMIP sulit diakses. Tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke bandara tersebut. “Ini aneh. Negara ke mana selama ini? Saya minta diusut tuntas, siapa yang bermain. Jangan tebang pilih,” kata Kurniawan di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Kurniawan mengingatkan, Bandara IMIP ini, beroperasi sejak diresmikan Presiden Jokowi pada 2019. Menjadi sangat aneh jika operasional fasilitas itu tidak terpantau aparatur negara. “Ini sudah berlangsung cukup lama. Kenapa tidak ada kontrol negara? Atau jangan-jangan sudah dijual” tegasnya.

Dia pun menyoroti dugaan tidak adanya pelayanan bea cukai dan imigrasi di fasilitas tersebut. Dia menilai hal itu sebagai bentuk kelalaian negara. “Negara ke mana selama ini? Saya minta diusut tuntas, siapa yang bermain. Jangan tebang pilih,” ucapnya.
 

Topik
Komentar