Chief Legal and Regulatory Officer Indosat, Reski Damayanti. (Foto: IOH)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam menerapkan kewajiban registrasi kartu SIM berbasis biometrik. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkokoh keamanan pelanggan di tengah maraknya kejahatan siber, khususnya penipuan (scam).
Chief Legal and Regulatory Officer Indosat, Reski Damayanti, menegaskan bahwa metode verifikasi identitas konvensional yang hanya mengandalkan data statis, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), memiliki keterbatasan di lapangan.
“Metode verifikasi konvensional harus bertransformasi. Sebab masyarakat perlu validasi kuat guna memastikan pemilik identitas adalah benar yang bersangkutan,” tegas Reski di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Pondasi Keamanan Digital
Reski, yang juga menjabat sebagai Ketua Global Anti-Scam Alliance (GASA) Chapter Indonesia, memandang biometrik sebagai pondasi pengamanan modern. Dengan memperketat proses autentikasi di hulu (saat registrasi), Indosat secara sistematis mempersulit pelaku kejahatan menyusup ke ekosistem telekomunikasi menggunakan identitas palsu.
“Ini memitigasi risiko penyalahgunaan identitas. Karena itulah akar dari berbagai tindak kriminal siber,” paparnya.
Indosat memastikan proses registrasi biometrik ini dilakukan dengan standar keamanan tinggi sesuai amanat Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Fokus utamanya adalah meminimalisasi keberadaan identitas palsu yang kerap menjadi sumber gangguan digital.
Inklusivitas Tetap Dijaga
Meski keamanan diperketat, Indosat berkomitmen agar kebijakan ini tidak mengorbankan inklusivitas layanan. Reski menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepatuhan regulasi dan akses bagi kelompok rentan serta masyarakat di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Indosat juga berharap Kemkomdigi terus membuka ruang evaluasi dan dialog agar kebijakan ini tetap relevan dengan perkembangan teknologi.
“Bagi kami di Indosat, kepatuhan bukan hanya tentang memenuhi mandat regulasi, tetapi membangun ekosistem digital yang sehat dan terpercaya,” pungkas Reski.














