Direksi Anyar BEI Direspons ‘Anyep’ Pelaku Pasar, IHSG Ambruk Jadi 5.820            

Iwan Medium.jpeg

Senin, 29 Juni 2026 – 20:41 WIB

Ilustrasi - Pengunjung cermati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto/ama/aa).

Ilustrasi – Pengunjung cermati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto/ama/aa).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Masuknya sejumlah nama dalam jajaran Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), ternyata tak mampu mendongkrak kepercayaan pasar. Pada Senin (29/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 75,34 poin atau setara 1,28 persen menjadi 5.820,79.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI menetapkan jajaran direksi baru periode 2026-2030. Untuk posisi tertinggi yakni Direktur Utama BEI dipercayakan kepada Jeffrey Hendrik yang sebelumnya Plt.

Sedangkan Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin; Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy; 
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono.

Untuk Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim; Direktur Pengembangan: Iding Pardi; dan Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum: Umi Kulsum.

Atas keputusan ini, Jeffrey mengatakan, seluruh jajaran direksi anyar akan mendorong BEI masuk ke 10 besar bursa di tingkat global. Baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi harian.

“Bagaimana kita bisa membawa Bursa Efek Indonesia menjadi di antara 10 bursa besar di dunia, baik berdasarkan kapitalisasi pasar dan atau nilai transaksi. Yang pada hari ini kita ada di posisi ke-19 dan ke-17 untuk masing-masing ukuran tersebut,” ujar Jeffrey.

Tapi ya itu tadi, kepercayaan pasar belum terlihat kasat mata. Boleh jadi malah sebaliknya. Pasar masih meragukan komposisi baru penguasa BEI.

Selain IHSG yang anjlok dan semakin menjauh dari level psikologis 6.000, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 ikutan terjun bebas sebesar 10,71 poin, atau 1,83 persen ke posisi 573,01.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp9,03 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,22 miliar saham.

Pada penutupan hari ini, sebanyak 214 saham menguat, 449 terkoreksi, dan 149 stagnan. Terpantau, sebanyak 10 dari 11 sektor indeks melemah, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang minus 1,63 persen. Hanya sektor properti yang naik 0,62 persen.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang