Candaan ‘Nakal’ Gus Yahya di Muktamar NU, Otak-atik Angka Sakti Berujung Doa Prabowo Lanjut 2031

Icon_INILAH GOLD.png

Kamis, 27 Agustus 2026 – 17:45 WIB

 Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). (Foto: Tambakberas TV).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). (Foto: Tambakberas TV).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berharap agar Presiden Prabowo Subianto kembali membuka Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pada 2031 mendatang.

Harapan tersebut disampaikan Gus Yahya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Dalam sambutannya, Gus Yahya terlebih dahulu menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih atas kehadiran Presiden Prabowo yang hadir langsung dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU.

“Bapak Presiden yang kami hormati, tentu saja kami sangat berbahagia, bergembira, dan sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Presiden,” ujar Gus Yahya.

Ia kemudian meminta Prabowo untuk secara resmi membuka Muktamar ke-35 NU. Gus Yahya juga menyelipkan candaan mengenai angka Muktamar ke-35 yang menurutnya memiliki kecocokan dengan nomor urut kepresidenan Prabowo (Presiden ke-8 RI).

“Dan kami mohon Bapak Presiden nanti membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama ini. Dan alhamdulillah, otak-atik nomornya kelihatannya cocok semua,” katanya.

Gus Yahya kemudian berbicara mengenai Muktamar NU berikutnya yang dijadwalkan berlangsung lima tahun mendatang, yakni pada 2031. Ia mengaku belum menemukan cara “mengotak-atik” angka Muktamar ke-36 agar memiliki kecocokan seperti Muktamar ke-35 dengan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto.

“Lima tahun lagi kita akan muktamar lagi. Muktamar ke-36 pada tahun 2031. Saya tidak tahu, mungkin ini agak susah untuk diotak-atik menjadi angka yang bagus,” ucap Gus Yahya.

Meski demikian, Gus Yahya mengungkapkan harapan agar Prabowo masih menjabat sebagai presiden dan kembali membuka Muktamar ke-36 NU lima tahun mendatang.

“Tapi dalam hati saya, saya tetap berharap semoga nanti dibuka oleh Presiden Prabowo lagi, insyaallah,” kata Gus Yahya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menyinggung peran penting 2.232 peserta atau muktamirin yang hadir dalam forum lima tahunan tersebut. Menurutnya, para pimpinan NU dari seluruh Indonesia akan menentukan arah organisasi dalam lima hari pelaksanaan muktamar.

“Para muktamirin, 2.232 orang pimpinan NU seluruh Indonesia ini, dalam lima hari ke depan akan menentukan arah organisasi,” kata Gus Yahya.

Ia menegaskan keputusan yang dihasilkan dalam muktamar akan memiliki dampak luas karena berkaitan dengan arah organisasi dan kehidupan lebih dari 120 juta warga Nahdlatul Ulama. Karena itu, Gus Yahya menekankan arah perjalanan NU tidak boleh bertentangan dengan arah bangsa dan negara Indonesia.

“Maka tidak boleh arah Nahdlatul Ulama ini tidak bersesuaian dengan arah bangsa dan negara,” tegasnya.

Gus Yahya kemudian menegaskan bahwa NU dan Indonesia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ia mengutip pernyataan KH Hasbullah yang sebelumnya disampaikan dalam rangkaian pembukaan muktamar.

“Tepat yang dikatakan oleh KH Hasbullah, bahwa Nahdlatul Ulama dan Indonesia tidak boleh dan tidak mungkin bisa dipisahkan,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berjalan lancar dan mendapat keberkahan.

“Mudah-mudahan keberkahan Allah menaungi kita semua,” tutup Gus Yahya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang