Manajer Chelsea, Liam Rosenior, menepuk kepala Cole Palmer setelah mereka kalah dalam pertandingan Liga Premier antara Chelsea dan Manchester United di Stamford Bridge pada 18 April 2026 di London, Inggris Raya. (Foto: Charlotte Wilson OffsideOffside via Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mendesak para pemainnya untuk segera bangkit dari rentetan hasil buruk guna menjaga asa finis di zona lima besar demi tiket Liga Champions musim depan.
Skuad The Blues dijadwalkan akan melakoni laga tandang krusial menghadapi Brighton & Hove Albion pada pekan ke-34 Liga Inggris (Premier League) 2025/2026 di Stadion American Express, Rabu (22/4) dini hari pukul 02.00 WIB. Kemenangan menjadi harga mati bagi tim asal London tersebut jika masih ingin berkompetisi di kasta teratas Eropa.
“Sekarang ini soal karakter; soal bangkit. Ini tentang siapa yang mau, di momen sulit, berdiri membela seragam dan berjuang. Itu yang saya cari besok,” tegas Rosenior, seperti dikutip dari laman resmi Chelsea pada Selasa (21/4).
“Saya percaya pada mereka, dan saya yakin kami bisa melewati periode ini dengan jauh lebih kuat, tapi kami harus melewati fase ini dengan benar sekarang,” tambahnya.
Krisis Gol dan Ancaman Gagal ke Eropa
Peringatan keras sang pelatih sangat beralasan. Posisi Chelsea saat ini berada dalam bahaya gagal menembus kompetisi top Eropa. Mereka masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 48 poin, tertinggal tujuh poin dari Liverpool yang berada di batas aman posisi kelima.
Situasi tak menguntungkan ini adalah buntut dari krisis performa akut. Chelsea menelan kekalahan beruntun dan bahkan lupa cara mencetak gol dalam empat pertandingan liga terakhir mereka. Rentetan hasil minor tersebut dimulai dari kekalahan 0-1 melawan Newcastle United, dibantai 0-3 oleh Everton dan Manchester City, serta takluk 0-1 dari Manchester United pekan lalu.
“Targetnya adalah melangkah sejauh mungkin. Satu-satunya cara adalah fokus ke pertandingan berikutnya. Kami harus datang ke laga melawan Brighton dengan mentalitas untuk menang,” ucap Rosenior.
Laga Emosional Hadapi Mantan Klub
Pertandingan dini hari nanti tidak hanya krusial secara matematis, tetapi juga akan terasa sangat emosional bagi Rosenior. Brighton merupakan klub profesional terakhir yang dibelanya sebelum ia memutuskan gantung sepatu sebagai pemain.
Pria asal Inggris tersebut menghabiskan tiga musim terakhir kariernya bersama Brighton (2015-2018), di mana ia turut berjasa membantu The Seagulls promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris pada 2017 untuk pertama kalinya dalam 34 tahun. Sejak saat itu, klub yang kini diarsiteki oleh Fabian Hurzeler tersebut terus bertahan sebagai kuda hitam yang merepotkan di Premier League.
Kini, Rosenior harus memimpin anak asuhnya untuk saling sikut mengalahkan mantan klubnya yang juga tengah memburu tiket kompetisi Eropa. Saat ini, Brighton berada di peringkat kesembilan dengan 47 poin, hanya berselisih satu poin di bawah Chelsea. Koleksi poin Brighton tersebut juga setara dengan Brentford dan Bournemouth yang menduduki posisi ketujuh dan kedelapan.
“Saya punya masa yang spesial di sana,” ujar Rosenior mengenang masa baktinya di Brighton. “Klub itu dipenuhi, dan masih dipenuhi, orang-orang yang sangat baik. Saya tidak terkejut melihat perkembangan klub ini,” tutupnya penuh hormat.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










