Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat rapat bersama Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1/2026).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica/Tangkapan Layar)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Pusat Statistik (BPS) akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dan geotagging dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026.
Pendataan lapangan berlangsung selama 2,5 bulan, mulai pertengahan Mei hingga 31 Juli 2026
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan melibatkan 251 ribu petugas dari seluruh Indonesia. Petugas akan melakukan pencacahan data melalui perangkat digital dan aplikasi khusus.
“Jadi perkembangan teknologi akan kami manfaatkan semaksimal mungkin. Pendataan Sensus Ekonomi 2026 ini nantinya akan bisa memotret lokasi unit usaha melalui geotagging yang akan dilakukan oleh seluruh petugas pada saat dia melakukan pencacahan langsung di geotag supaya nanti kita bisa secara peta, bisa melakukan mapping di mana lokasi-lokasi usaha tertentu,” ujar Amalia saat rapat bersama Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, BPS juga memanfaatkan teknologi AI untuk membantu petugas lapangan dalam mengklasifikasikan jenis usaha agar sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
“Selain itu teknologi AI juga akan dimanfaatkan dengan kami memiliki generatif AI untuk membantu petugas dalam menentukan klasifikasi lapangan usaha sehingga nanti petugas tidak, ini untuk meminimalkan kesalahan petugas dalam mengklasifikasikan jenis usaha dalam kategori KBLI,” kata dia.
Adapun, proses rekrutmen petugas akan dilakukan pada Februari hingga Maret 2026, disusul pelatihan dan pengadaan instrumen pendataan hingga April.
Amalia mengatakan, BPS akan menyiapkan perlindungan bagi petugas berupa asuransi jaminan kerja.
“Kami akan menjamin perlindungan petugas, setiap petugas akan mendapatkan asuransi jaminan kerja dan jaminan kematian selama jangka waktu bertugas. Kami sudah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Bapak dan Ibu untuk asuransi petugas ini,” tuturnya.
Sementara itu, untuk perusahaan besar BPS akan menggunakan kuesioner digital untuk mendata Sensus Ekonomi 2026.
BPS akan mulai mengirimkan kuesioner secara daring mulai awal Mei 2026 agar perusahaan memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan data.
“Untuk perusahaan besar dari awal Mei kita akan melakukan blasting kuesioner online kepada perusahaan besar agar mereka sudah mulai bersiap-siap mengumpulkan datanya. Perusahaan besar biasanya memerlukan relatif lebih lama untuk memasukan data ke dalam kuesioner,” tutur dia.











