BI Diwanti-wanti, Janji Kawasan Tapal Kuda Jadi Poros Ekonomi Jangan Cuma Bahan Seminar

Clara Medium.jpeg

Selasa, 6 Januari 2026 – 14:34 WIB

Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim mewanti-wanti Bank Indonesia (BI) untuk segera menepati janjinya menjadikan kawasan Tapal Kuda sebagai masa depan ekonomi Indonesia. Jangan berhenti sebagai slogan. Ia mengingatkan, optimisme harus dibuktikan lewat kebijakan nyata yang menyentuh warga.

Kawasan Tapal Kuda mencakup Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. Wilayah ini disebut Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai salah satu poros ekonomi masa depan nasional.

“Tapal Kuda punya modal besar, mulai dari pertanian, perikanan, UMKM, hingga ekonomi kreatif. Tapi faktanya, tingkat kemiskinan masih tinggi, akses permodalan masih sulit, dan kebijakan keuangan belum sepenuhnya berpihak pada pengusaha kecil. Karena itu, komitmen BI patut kita dukung, sekaligus wajib kita awasi implementasinya,” ujar Rivqy dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (6/1/2025).

Dia menilai, BI memegang peran kunci agar Tapal Kuda tak terus berada di pinggir arus pembangunan. Menurut dia, narasi besar harus diikuti langkah operasional yang terukur.

Rivqy mendorong BI memperluas akses permodalan inklusif bagi UMKM berbasis klaster lokal—pertanian, perikanan, hingga industri olahan. Perbankan diminta tak hanya melayani pelaku usaha yang sudah bankable, tetapi berani menyalurkan kredit murah dan fleksibel bagi usaha kecil.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan UMKM berbasis desa. Menurut Rivqy, pelatihan di kota tidak cukup tanpa kehadiran langsung di desa-desa Tapal Kuda, mulai dari pencatatan keuangan sederhana, digitalisasi pembayaran, hingga pembukaan akses pasar.

Selain itu, BI diminta berperan sebagai penggerak ekosistem ekonomi lokal dengan mempertemukan petani, nelayan, UMKM, koperasi, perbankan, dan industri besar dalam satu rantai nilai yang berkelanjutan.

“Dan yang tidak kalah penting adalah memperjelas indikator keberhasilan secara akuntabel dan terukur. Berapa UMKM yang naik kelas, berapa desa yang terkoneksi sistem keuangan, dan sejauh mana angka kemiskinan bisa ditekan,” kata dia.

Rivqy menegaskan DPR akan mendukung kebijakan BI yang berpihak pada rakyat kecil, sembari menjalankan fungsi pengawasan agar Tapal Kuda tidak kembali menjadi sekadar proyek wacana.

“Jika Tapal Kuda disebut sebagai masa depan ekonomi Indonesia, maka masyarakatnya harus lebih dulu sejahtera. Kami siap mendukung Bank Indonesia, tapi kami juga akan memastikan bahwa komitmen ini benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan berhenti di ruang seminar,” tutur dia.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, kawasan Tapal Kuda diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional berbasis ekonomi kerakyatan.

“Bank Indonesia merupakan mitra utama pemerintah daerah untuk menjadikan Tapal Kuda sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan ekonomi kerakyatan,” ucapnya.